Kongres Bahasa Indonesia di Medan

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Kongres Bahasa Indonesia di Medan?

Kongres Bahasa Indonesia di Medan adalah kongres Bahasa Indonesia kedua. Kongres ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

Medan dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia ini bukan karena sarana dan prasarana Medan lebih mumpuni sebagai penyelenggara namun karena alasan penggunaan Bahasa sehari-hari masyarakat Kota Medan itu identik dengan Bahasa Indonesia.

Dialek yang digunakan oleh masyarakat Kota Medan menggunakan dialek dan ejaan sesuai dengan kaidah-kaidah yang terdapat di dalam tata Bahasa Indonesia itu sendiri.

Peserta Kongres Bahasa Indonesia yang pertama itu ialah tokoh-tokoh Bahasa Indonesia, para sastrawan, para budayawan, dan tokoh-tokoh masyarakat. Di antara tokoh Bahasa dan sastrawan yang hadir dalam konfres tersebut ialah Muhammad Yamin.

Pada saat itu Muhammad Yamin menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, Kebudayaan (PP dan K) pada masa Kabinet Ali I dan Kabinet Ali II.

Keputusan yang dihasilkan dari kongres Bahasa Indonesia ialah saran agar bentuk badan yang kompeten yang bertugas untuk menyempurnakan Bahasa Indonesia terutama yang bersangkutan dengan ejaan.

Kongres ini juga memberikan perhatian pada penggunaan Bahasa dalam undang-undang dan administrasi. Kongres ini pula menyarankan supaya bangsa Indonesia mampu menggali potensi Bahasa daerah untuk bisa menjadi Bahasa Nasional.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda