Apa Itu Kongres Bahasa Indonesia di Medan?
Kongres Bahasa Indonesia di Medan adalah kongres Bahasa Indonesia kedua. Kongres ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.
Medan dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia ini bukan karena sarana dan prasarana Medan lebih mumpuni sebagai penyelenggara namun karena alasan penggunaan Bahasa sehari-hari masyarakat Kota Medan itu identik dengan Bahasa Indonesia.
Dialek yang digunakan oleh masyarakat Kota Medan menggunakan dialek dan ejaan sesuai dengan kaidah-kaidah yang terdapat di dalam tata Bahasa Indonesia itu sendiri.
Peserta Kongres Bahasa Indonesia yang pertama itu ialah tokoh-tokoh Bahasa Indonesia, para sastrawan, para budayawan, dan tokoh-tokoh masyarakat. Di antara tokoh Bahasa dan sastrawan yang hadir dalam konfres tersebut ialah Muhammad Yamin.
Pada saat itu Muhammad Yamin menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, Kebudayaan (PP dan K) pada masa Kabinet Ali I dan Kabinet Ali II.
Keputusan yang dihasilkan dari kongres Bahasa Indonesia ialah saran agar bentuk badan yang kompeten yang bertugas untuk menyempurnakan Bahasa Indonesia terutama yang bersangkutan dengan ejaan.
Kongres ini juga memberikan perhatian pada penggunaan Bahasa dalam undang-undang dan administrasi. Kongres ini pula menyarankan supaya bangsa Indonesia mampu menggali potensi Bahasa daerah untuk bisa menjadi Bahasa Nasional.
Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.


















