Revolusi Hijau

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Revolusi Hijau?

Revolusi Hijau adalah proses memodernisasi pertanian gaya lama menjadi pertanian gaya modern dengan melakukan pengembangan bibit dan perubahan pola pertanian dari pertanian subsiten menuju pertanian berbasis kapital dan komersil.

Peningkatan produksi pangan dan produksi pertanian mencanangkan empat usaha pokok yang meliputi: intensifikasi pertanian, ekstensifikasi pertanian, diservikasi pertanian, dan rehabilitasi pertanian. Revolusi Hijau ditandai dengan semakin berkurangnya ketergantungan petani pada cuaca dan keadaan alam, digantikan dengan peran ilmu pengetahuan dan teknologi.

Revolusi Hijau sesungguhnya tidak hanya menyangkut bidang pertanian, tetapi juga meliputi bidang perkebunan, peternakan, perikanan, dan perhutanan.

Lahirnya Revolusi Hijau melalui proses panjang yang pada akhirnya meluas ke negara-negara di Afrika dan Asia, Indonesia khususnya. Gerakan Revolusi Hijau di Indonesia dimulai pada masa pemerintahan Presiden Suharto.

Revolusi Hijau di Indonesia diformulasikan ke dalam konsep Panca Usaha Tani yang meliputi, pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau varietas unggul, pemupukan yang teratur, pengairan yang cukup, pemberantasan hama secara intensif, dan teknik penanaman yang lebih teratur.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda