Cekricek.id — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak dokumen 15 poin yang disusun Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza. Ia menegaskan tidak akan ada penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti.
Mengutip BBC, Minggu (9/8/2026), penolakan itu disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet pada hari yang sama.
“Israel menolak dokumen 15 poin itu,” kata Netanyahu.
Ia menambahkan militer Israel “tidak akan melakukan penarikan apa pun sampai Hamas benar-benar dilucuti, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami”.
Perdebatan soal Urutan
Inti perselisihannya terletak pada urutan: siapa yang lebih dulu bergerak.
Bulan lalu, Board of Peace bentukan Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk “pelucutan senjata menyeluruh” Hamas dan kelompok bersenjata lain di Gaza. Trump menyebutnya langkah besar menuju perdamaian dan keamanan yang bertahan lama.
Hamas menyatakan penyerahan senjata beratnya bergantung pada Israel yang lebih dulu mengakhiri “segala bentuk agresi” dan menarik pasukannya dari Gaza.
Netanyahu menuntut hal sebaliknya. Menurutnya Hamas harus melucuti diri sebelum Israel menarik pasukan, dan pelucutan itu tidak boleh sekadar formalitas.
“Tidak bisa berupa pelucutan senjata yang fiktif,” ujarnya.
Baca juga: Hamas Siap Jalankan Rencana Damai Gaza, Israel Membantah
Tekanan Menjelang Pemilu
Netanyahu menyatakan sedang berbicara dengan pejabat Amerika Serikat mengenai langkah selanjutnya.
“Mereka punya sejumlah gagasan; sebagian bisa kami terima dan sebagian tidak, dan kami tahu cara mempertahankan posisi kami dalam urusan ini,” kata Netanyahu.
Posisi keras itu muncul beberapa bulan menjelang pemilu Israel. Sekutu sayap kanan jauh dalam koalisinya menuntut pemungutan suara kabinet baru sekaligus mengakhiri rencana Gaza. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menyebut draf tersebut tidak dapat diterima.
Israel juga terus melancarkan serangan ke Gaza sejak menyepakati gencatan senjata awal pada Oktober tahun lalu.
Baca juga: Kepala Dinkes Gaza Serukan Penyelamatan Dokter Hussam Abu Safia
Rencana yang Diumumkan September Lalu
Rencana damai Gaza diumumkan Trump pada September tahun lalu. Isinya mencakup pembentukan Board of Peace untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan, pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Penolakan hari ini menjadi pukulan berikutnya bagi rencana itu.
Baca juga: Tiga Tentara Lebanon Terluka, Israel Masuk Desa Perbatasan



















