OJK Luncurkan ETF Emas, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta

Ilustrasi tumpukan batangan emas

Ilustrasi emas batangan. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan produk exchange traded fund (ETF) emas pada peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. ETF adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa layaknya saham, sehingga pemiliknya bisa membeli dan menjualnya lewat mekanisme bursa.

Menurut OJK dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026), peluncuran itu berjalan bersamaan dengan penegasan bahwa penguatan integritas pasar modal menjadi prioritas utama lembaga tersebut.

“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Peringatan 49 tahun itu merujuk pada diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia pada 1977, setelah bursa yang sudah ada sejak masa kolonial sempat berhenti beroperasi. Sejak titik itu, bursa berkembang dari segelintir perusahaan tercatat menjadi ribuan pelaku dan puluhan juta pemilik rekening efek.

Jumlah Investor Menembus 30 Juta

OJK mencatat jumlah single investor identification (SID) — nomor identitas tunggal yang wajib dimiliki setiap orang sebelum bertransaksi di — mencapai 30,27 juta. Angka itu tumbuh 48,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebanyak 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.

Baca juga: Pasar Modal

“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Friderica.

Komposisi usia itu mengubah wajah pasar. Pemilik rekening efek kini didominasi kelompok yang belum genap 40 tahun, kelompok yang membuka rekeningnya lewat aplikasi telepon genggam dan terbiasa dengan nilai transaksi kecil. Perubahan tersebut ikut menjelaskan mengapa OJK menempatkan tata kelola dan penegakan aturan di urutan depan daftar prioritasnya.

Yang Dijelaskan OJK soal ETF Emas

Produk yang baru diluncurkan itu menempatkan emas sebagai aset dasar, lalu unitnya diperjualbelikan di bursa. Menurut keterangan OJK, kehadirannya juga dimaksudkan memperluas Pasar Bullion, yaitu pasar tempat emas batangan diperdagangkan secara terorganisasi.

“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” tutur Friderica. Istilah safe haven merujuk pada aset yang biasa dituju pemodal ketika pasar sedang bergejolak.

Penghimpunan Dana dan Perdagangan Karbon

Sampai 7 Agustus 2026, penghimpunan dana di pasar modal tercatat Rp123,21 triliun lewat 135 aksi korporasi. Aksi korporasi adalah langkah perusahaan yang berdampak pada sahamnya, misalnya penawaran umum perdana atau penerbitan obligasi. Jumlah perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa mencapai 962 emiten.

Pada industri pengelolaan , nilai aktiva bersih reksa dana berada di angka Rp667 triliun, sementara total dana kelolaan atau asset under management tercatat Rp1.026 triliun.

Baca juga: 4 Tips Hidup Kaya Raya, Salah Satunya Investasi pada Diri Sendiri

Bursa karbon juga masuk dalam catatan itu. Sejak diluncurkan, volume perdagangannya mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar, melibatkan 158 perusahaan pengguna jasa. Unit karbon yang tersedia untuk diperdagangkan sebanyak 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.

Dalam tinjauan Juni 2026, penyedia indeks global MSCI tetap menempatkan Indonesia pada klasifikasi emerging market atau pasar berkembang. menyebut hasil tinjauan itu sebagai pengakuan atas upaya pembenahan yang dikerjakan bersama para pemangku kepentingan pasar modal.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mendorong Akses Keuangan di Perdesaan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif

Baca Juga

Gedung-gedung tinggi di kawasan bisnis sebuah kota
Merger dan Akuisisi Timur Tengah-Afrika Utara Tembus USD46,7 Miliar di Semester I
Tangan menghitung lembaran uang kertas
Remitansi Pakistan Naik 13 Persen jadi USD3,6 Miliar, Arab Saudi Penyumbang Terbesar
Buku terbuka dilalap api
Delapan Juta Buku Ludes di Kharkiv, Penerbitan Ukraina Terhuyung
Ilustrasi tabung reaksi berisi cairan di laboratorium riset
Unhas Raih Pendanaan Hilirisasi Riset Rp31,3 Miliar untuk 67 Inovasi
Ilustrasi koleksi figur mainan seni di rak pameran
Art Toys Indonesia Raih Potensi Transaksi USD 1 Juta di Seoul, Dua Kali Lipat Capaian 2025
Deretan rumah di sebuah kompleks perumahan
Pemko Padang Gandeng BTN, KPR Aparatur hingga Pengelolaan Sampah Masuk Kesepakatan