Remitansi Pakistan Naik 13 Persen jadi USD3,6 Miliar, Arab Saudi Penyumbang Terbesar

Tangan menghitung lembaran uang kertas

Ilustrasi penghitungan uang tunai. [Foto: Pexels/Karola G]

Cekricek.id — Pakistan menerima kiriman uang dari pekerjanya di luar negeri sebesar 3,6 miliar dolar Amerika Serikat sepanjang Juli 2026. Nilai itu naik 13 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan Arab Saudi tetap menjadi negara penyumbang terbesar.

Data tersebut diumumkan bank sentral Pakistan, State Bank of Pakistan, pada Senin. Dikutip dari Arab News, Senin (10/8/2026), capaian Juli menandai awal yang kuat bagi tahun fiskal baru setelah rekor 41,6 miliar dolar AS dibukukan pada tahun fiskal yang berakhir Juni lalu.

Arab Saudi Penyumbang Terbesar

Dari total 3,6 miliar dolar AS yang masuk pada Juli, Arab Saudi menyumbang 913,9 juta dolar AS. Posisi berikutnya ditempati Uni Emirat Arab dengan 737,3 juta dolar AS, disusul Inggris sebesar 555,5 juta dolar AS, dan Amerika Serikat 317,2 juta dolar AS.

Bila kiriman dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dijumlahkan, dua negara Teluk itu saja menyumbang lebih dari 1,6 miliar dolar AS, atau hampir separuh dari seluruh remitansi yang masuk pada Juli.

Inggris dan Amerika Serikat, dua negara tujuan utama diaspora Pakistan di luar kawasan Teluk, bersama-sama menyumbang sekitar 872,7 juta dolar AS. Nilai gabungan keduanya masih di bawah kiriman dari Arab Saudi seorang diri.

Negara-negara Teluk secara tradisional menjadi sumber terbesar kiriman uang ke Pakistan. Penyebabnya adalah besarnya jumlah pekerja asal Pakistan yang bekerja di kawasan tersebut.

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia di Libya Alami Kekerasan Fisik, KBRI Tripoli Menindaklanjuti Pengaduan

Dalam keterangan resminya, bank sentral memerinci laju pertumbuhan tersebut. "Kiriman uang pekerja tercatat sebesar 3,6 miliar dolar AS selama Juli 2026," tulis State Bank of Pakistan. Lembaga itu menambahkan, "Dari sisi pertumbuhan, kiriman uang naik 13,0 persen secara tahunan dan 4,5 persen secara bulanan."

Penopang Neraca Eksternal

Kiriman uang pekerja migran memainkan peran penting dalam menopang neraca eksternal dan posisi cadangan devisa Pakistan. Aliran dana itu menjadi salah satu sumber valuta asing yang paling stabil bagi negara tersebut.

Rekor 41,6 miliar dolar AS pada tahun fiskal yang berakhir Juni menjadikan remitansi sebagai salah satu pilar utama penerimaan devisa Pakistan. Pertumbuhan pada bulan pertama tahun fiskal baru memberi sinyal bahwa tren tersebut masih berlanjut.

Kenaikan 4,5 persen dibanding bulan sebelumnya menunjukkan aliran dana tidak hanya tumbuh dibanding tahun lalu, tetapi juga menguat dari bulan ke bulan. Dua ukuran pertumbuhan itu dipakai bank sentral untuk membaca arah penerimaan devisa jangka pendek.

Baca juga: Trump Beralih ke Tekanan Ekonomi atas Iran: Ini Seperti Permainan Catur

Tanggapan Perdana Menteri

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut kenaikan angka Juli tersebut. Ia menyebut sumbangan warga Pakistan di luar negeri terhadap stabilitas dan pembangunan ekonomi nasional layak mendapat apresiasi.

"Warga Pakistan di luar negeri adalah bagian tak ternilai dari arus utama ekonomi nasional kita," kata Shehbaz Sharif.

Sebagian besar pekerja Pakistan di kawasan Teluk terserap pada sektor-sektor yang menuntut tenaga kerja dalam jumlah besar. Ketergantungan pada satu kawasan itu membuat besaran remitansi Pakistan ikut bergerak mengikuti kondisi ekonomi negara-negara tujuan.

Baca juga: Transformasi Besar-besaran Arab Saudi: Dari Minyak ke Teknologi dan Olahraga

Bank sentral belum memerinci proyeksi remitansi untuk keseluruhan tahun fiskal yang sedang berjalan.

Baca Juga

Kabah di Masjidil Haram, Mekah
Pakistan Tetapkan Biaya Haji 2027 hingga USD4.695, Setoran Pertama Mulai 17 Agustus
Puncak gunung bersalju di kawasan Himalaya
Jenazah Lima Pendaki Ditemukan di Yalung Ri Nepal Setelah Sembilan Bulan
Jendela berjeruji besi di dinding gelap
Pasangan Warga Inggris Akhiri Mogok Makan 93 Hari di Penjara Evin Iran
Buku terbuka dilalap api
Delapan Juta Buku Ludes di Kharkiv, Penerbitan Ukraina Terhuyung
Kerumunan peserta unjuk rasa memenuhi ruas jalan kota
Mahasiswa Jharkhand Disemprot Meriam Air, Tuntut Pembatalan Ujian Rekrutmen
Deretan rak server di dalam pusat data
Jepang Timbang Pakai AI Mutakhir untuk Tangkal Serangan Siber Berbasis AI