Cekricek.id — Mahkamah Agung Rusia membatalkan pendaftaran Yabloko, satu-satunya partai resmi yang menentang perang Moskow di Ukraina, sehingga partai itu tidak dapat ikut serta dalam pemilihan parlemen bulan depan.
Mengutip Al Jazeera, Senin (10/8/2026), pengadilan mengabulkan gugatan yang diajukan Rodina, partai nasionalis kecil pro-Kremlin, untuk membatalkan pendaftaran Yabloko. Putusan itu menutup peluang pemilih menyuarakan ketidakpuasan atas konflik yang sudah berjalan empat setengah tahun melalui kotak suara.
Bulan lalu, Komisi Pemilihan Pusat sempat meloloskan Yabloko ke surat suara bersama sepuluh partai lain.
“Gugatan yang meminta pembatalan pendaftaran daftar calon federal untuk Duma Negara konvokasi kesembilan, yang diajukan partai politik Yabloko, dikabulkan,” kata hakim Vyacheslav Kirillov.
Tuduhan Dana Asing
Rodina adalah partai nasionalis kecil yang selama ini sejalan dengan Kremlin. Gugatannya diajukan setelah Komisi Pemilihan Pusat meloloskan sebelas partai ke surat suara, termasuk Yabloko.
Rodina menuduh Yabloko menerima dukungan kampanye yang tidak dilaporkan, termasuk dari sumber-sumber Barat, di samping sejumlah tuduhan lain. Persidangan atas gugatan itu berlangsung sehari penuh.
Ketua Yabloko Nikolai Rybakov menyatakan tidak ada bukti yang menopang tuduhan tersebut. Ia menggambarkan perkara itu sebagai serangan inkonstitusional terhadap kebebasan berpikir oleh lawan politik yang ingin membersihkan arena dari pesaing.
Apel di Depan Gedung Pengadilan
Sekitar 100 pendukung, sebagian besar anak muda, berkumpul di luar gedung pengadilan dengan polisi berjaga di sekitarnya. Mereka meneriakkan “Memalukan! Memalukan!” begitu putusan dibacakan. Sebagian membawa apel sebagai tanda keberpihakan pada Yabloko, yang dalam bahasa Rusia berarti apel.
Berbicara kepada mereka seusai sidang, Rybakov menyatakan partainya akan mengajukan banding atas putusan itu.
“Kami masih menempuh jalan panjang, dan kami punya tugas besar sekaligus penting: menghentikan kematian dan mengembalikan perdamaian,” katanya. “Semua yang kami lakukan harus diabdikan untuk itu.”
Satu-satunya Partai Liberal yang Tersisa
Dengan sebagian besar penentang Presiden Vladimir Putin dipenjara, berada di pengasingan, atau telah meninggal, Yabloko adalah satu-satunya partai liberal yang masih beroperasi di Rusia.
Partai itu memperoleh dukungan sejumlah tokoh oposisi di pengasingan, termasuk Yulia Navalnaya, janda mendiang tokoh oposisi Alexei Navalny. Keduanya masuk daftar “ekstremis” di Rusia.
Jajak pendapat awal tahun ini menempatkan dukungan terhadap Yabloko hanya tiga persen, di bawah ambang batas lima persen untuk masuk majelis rendah. Sejak 2003 partai itu tidak pernah lagi meraih kursi di Duma Negara.
Seluruh pemilihan parlemen sejak tahun itu dimenangi partai berkuasa Rusia Bersatu yang mendukung Putin, seiring kian ketatnya kendali Kremlin atas penyelenggaraan pemilu.
Jalan Diplomasi Belum Membuahkan Hasil
Upaya mengakhiri perang Ukraina lewat diplomasi sejauh ini menemui jalan buntu. Putin mengajukan tuntutan wilayah bergaris keras sebagai syarat menghentikan pertempuran dan menutup kemungkinan berunding dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Belum ada keterangan mengenai kapan banding Yabloko akan diperiksa, sementara tahapan pemilu terus berjalan menuju hari pemungutan suara.
Jajak pendapat independen menunjukkan sebagian besar warga Rusia menghendaki perundingan damai dengan Kiev. Pemungutan suara untuk memilih anggota Duma Negara dijadwalkan berlangsung bulan depan, dan sepuluh partai yang lolos pendaftaran tetap berada di surat suara.





















