Katalis Perak Berpindah Titik Reaksi Bergantung Arah Kerja Sel Oksida Padat

Dua peneliti berjas laboratorium bekerja di dekat instrumen, sementara seorang lainnya mencatat di depan komputer

Ilustrasi kegiatan riset laboratorium. Tim Seoul National University mengukur letak reaksi katalis perak pada sel oksida padat. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Partikel perak berukuran nano yang dipakai dalam sel oksida padat ternyata tidak selalu bekerja di titik yang sama. Letak reaksi utamanya berpindah bergantung pada apakah sel itu sedang menghasilkan listrik atau justru memproduksi hidrogen.

Temuan itu dilaporkan tim yang dipimpin WooChul Jung, profesor pada Departemen Ilmu dan Rekayasa Material Seoul National University, bersama Jeong Woo Han dari departemen yang sama serta Jinwook Kim sebagai peneliti utama. Hasilnya dimuat lewat artikel Quantitative electrochemical evaluation of metal nanocatalysts for oxygen exchange on solid oxide cell electrodes dalam jurnal Energy & Environmental Science volume 19 nomor 15, artikel 4932, pada 2026.

Dua Arah Kerja, Dua Titik Reaksi

Sel oksida padat adalah perangkat yang dapat bekerja dua arah. Ia mengubah bahan bakar menjadi listrik, atau sebaliknya memakai listrik untuk memecah uap air menjadi hidrogen. Perpindahan oksigen antara udara dan bahan elektroda menjadi tahap yang paling menentukan kecepatan keseluruhan.

Selama ini katalis logam berukuran nano ditambahkan untuk mempercepat tahap itu, tetapi tempat reaksinya sulit dipastikan. Tim Seoul National University menyusun elektroda model dengan struktur dan komposisi yang dikendalikan ketat, lalu mengukur perilaku listriknya secara kuantitatif. Dari situ terlihat bahwa titik kerja katalis perak bergeser mengikuti arah operasi sel.

Pergeseran itu punya arti praktis. Perancang elektroda selama ini menempatkan katalis berdasarkan asumsi bahwa reaksi terjadi di titik yang tetap. Kalau letaknya justru berpindah mengikuti arah kerja sel, susunan yang optimal untuk menghasilkan listrik belum tentu optimal untuk memproduksi hidrogen, padahal perangkat dua arah dirancang justru untuk mengerjakan keduanya.

Baca juga: Katalis Baru Bikin Sel Bahan Bakar Tahan 25 Ribu Jam

Mengukur, Bukan Sekadar Menduga

Yang dianggap peneliti sebagai kebaruan bukan hanya pergeseran itu, melainkan cara mengukurnya.

“Riset ini penting karena mengevaluasi kinerja nanokatalis secara kuantitatif sekaligus mengidentifikasi lokasi reaksi yang sesungguhnya dan mekanisme kerjanya,” kata WooChul Jung, profesor di Seoul National University, seperti dikutip dari keterangan Fakultas Teknik kampus tersebut, Senin (10/8/2026).

Selama ini penilaian katalis kerap bersandar pada perbandingan kasar antara elektroda yang diberi katalis dan yang tidak. Pendekatan itu memperlihatkan bahwa katalis bekerja, tetapi tidak menjelaskan di mana dan bagaimana.

Tim juga menyandingkan hasil pengukuran dengan perhitungan teoretis untuk memastikan pembacaannya konsisten. Dengan begitu angka yang keluar dari percobaan tidak berdiri sendiri, melainkan punya penjelasan tentang mekanisme yang menghasilkannya.

Jarak Menuju Perangkat Nyata

Jarak antara temuan ini dan perangkat yang dijual masih terbentang. Elektroda yang dipakai dalam percobaan dirancang khusus agar strukturnya rapi dan dapat dikendalikan, berbeda dari elektroda komersial yang berpori dan tidak seragam. Karena itu hasilnya belum tentu terulang apa adanya pada sel oksida padat yang bekerja di lapangan, dan masih perlu diuji pada perangkat sebenarnya.

Baca juga: Unhas Raih Pendanaan Hilirisasi Riset Rp31,3 Miliar untuk 67 Inovasi

Riset ini melibatkan pula Sang Ouk Kim dari KAIST dan Beomgyun Jeong dari Korea Basic Science Institute. Jinwook Kim, yang memimpin pengerjaan, kini menjadi peneliti pascadoktoral di Northwestern University dan akan bergabung dengan University of Seoul sebagai asisten profesor.

Menurut Jung, langkah berikutnya bukan berhenti pada perak. “Kami berencana menjadikan ini prinsip perancangan baru yang bisa diterapkan pada berbagai bahan konversi energi dan sistem katalitik,” ujarnya. Sel oksida padat sendiri termasuk perangkat yang diperhitungkan dalam produksi hidrogen bersih karena efisiensinya yang tinggi pada suhu operasi tinggi.

Baca juga: Petani Mungka Berhenti Beli Solar Setelah Terima Irigasi Panel Surya dari UNP

Baca Juga

Seorang petani menyemprotkan cairan ke tanaman di hamparan lahan
Petani di China Kehilangan Panen Wijen Setelah Menuruti Resep Pestisida dari AI
Baris kode program berwarna tampil di layar komputer
Rippling Balas Gugat Runlayer soal Paten, Sengketa Gerbang MCP Berlanjut
Sebuah satelit mengorbit dengan latar permukaan Bumi
Uni Eropa Perbesar Konstelasi IRIS² Jadi 348 Satelit, Investasi Naik ke 15,6 Miliar Euro
Meja pajangan ponsel berjajar di dalam sebuah gerai
Pengapalan Ponsel Global Turun 7 Persen, Harga Rata-rata Naik 13 Persen dalam Satu Kuartal
Seorang kreator merekam dirinya memakai kamera dan penyangga
YouTube Naikkan Ambang Monetisasi Dua Kali Lipat, Berlaku 1 Februari 2027
Papan sirkuit komputer dengan deretan cip memori dari dekat
Meta Rilis Muse Glimmer, Model AI Terbuka yang Bisa Jalan di Satu Kartu Grafis