Cekricek.id — Kelompok Tani Mandiri di Koto Tuo, Kenagarian Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, tidak lagi perlu membeli solar setiap kali mengairi sawah. Sistem irigasi bertenaga panel surya diserahkan tim pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) kepada kelompok tani tersebut pada 4–5 Agustus 2026.
Penyerahan alat menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat SURI-TERA, yang bernama lengkap Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Irigasi Panel Surya dan Literasi Pertanian Berkelanjutan. Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Padang, unp.ac.id, Jumat (7/8/2026), program itu menyasar penerapan teknologi tepat guna sekaligus pemanfaatan energi terbarukan
Baca juga: Bendungan Argoguruh 1938, Panen Naik Tiga Kali dan Hutan Lampung yang Berkurang
di tingkat nagari.
Menekan Ongkos Pompa Air
Ketua Kelompok Tani Mandiri, Endang S. Putra, menyebut bantuan itu langsung terasa pada biaya usaha tani. “Dengan adanya alat irigasi panel surya ini, kami sangat terbantu karena sebelumnya kami harus membeli solar,” ungkapnya.
Sebelum panel surya dipasang, pompa air kelompok tani digerakkan mesin berbahan bakar minyak sehingga setiap kali pengairan berlangsung petani menanggung biaya tambahan. Dengan sumber tenaga yang baru, menurut keterangan universitas, sawah dapat diairi lebih mudah tanpa pengeluaran itu. Endang berharap kegiatan serupa terus berlanjut mengikuti kebutuhan petani.
Serah terima alat dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani ketua tim pelaksana UNP bersama ketua kelompok tani, sebagai bentuk komitmen atas pemanfaatan, pemeliharaan, dan keberlanjutan teknologi yang diserahkan. Program ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan petani pada bahan bakar fosil, menekan biaya operasional, sekaligus mendorong praktik bertani yang lebih ramah lingkungan.
Alat Disertai Bahan Bacaan
Tim pelaksana diketuai Mita Domi Fella Henanggil, M.Pd., dengan anggota Elva Rahmah, Ph.D., Dr. Ayu Gustia Ningsih, M.Pd., Fauzi Rahman, Cand. M.Pd.T., dan Dr. Iffarial Nanda, M.Pd.T. Selain memasang alat, tim memberikan penguatan pengetahuan melalui materi literasi pertanian berkelanjutan yang dibawakan Elva Rahmah.
Materi tersebut mencakup pengelolaan sumber daya alam secara bijak, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, strategi peningkatan produktivitas pertanian
Baca juga: Katalis Baru Bikin Sel Bahan Bakar Tahan 25 Ribu Jam
, serta peluang pengembangan hasil tani agar memiliki nilai tambah ekonomi. Tim juga menyerahkan sejumlah buku literasi pertanian sebagai rujukan kelompok tani dalam mengembangkan usaha.
Wali Nagari Mungka, Epi Adri, S.KM., M.Kes., yang hadir pada kegiatan itu menyampaikan apresiasi kepada UNP dan berharap pengabdian serupa berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat nagari. Menurut dia, program yang menghadirkan inovasi teknologi dan peningkatan pengetahuan masyarakat sejalan dengan program pembangunan nagari, khususnya pemberdayaan kelompok tani dan peningkatan kesejahteraan warga.
UNP menempatkan SURI-TERA sebagai pelaksanaan kebijakan Kampus Berdampak, yaitu peran perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat
Baca juga: IPM 84,93, Wamendiktisaintek Sebut Padang Punya Modal Jadi Kota Global Berbasis Pendidikan
. Universitas berharap pola ini menjadi model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna yang memperkuat kemandirian kelompok tani, sekaligus merapatkan kemitraan antara kampus, pemerintah nagari, dan warga.



















