Cekricek.id — Bumble menghapus aturan yang selama satu dasawarsa menjadi penandanya. Aplikasi kencan asal Amerika Serikat itu tidak lagi mewajibkan perempuan mengirim pesan pertama pada pasangan lawan jenis yang sama-sama menyukai. Mulai kini, siapa pun di antara keduanya boleh membuka percakapan lebih dahulu.
Dikutip dari TechCrunch, Selasa (11/8/2026), Bumble sekaligus memperpanjang tenggat membalas pesan dari 24 jam menjadi 72 jam. Dua perubahan itu mencabut satu-satunya hal yang sejak awal membedakan Bumble dari aplikasi kencan lain: kewajiban perempuan bergerak lebih dulu, yang dirancang untuk menekan pelecehan dan rayuan tak diminta di kotak masuk.
Tenggat 24 jam selama ini menjadi pasangan dari aturan tersebut. Bila perempuan tidak menyapa dalam sehari, kecocokan yang sudah terbentuk hangus dengan sendirinya. Mekanisme itu memaksa percakapan segera dimulai, tetapi juga membuat pengguna kehilangan calon pasangan hanya karena sedang sibuk. Dengan tenggat tiga hari dan pesan pertama yang boleh datang dari siapa saja, dua tekanan itu sekaligus dilonggarkan.
Pendirinya Menolak Disebut Berbalik Arah
Whitney Wolfe Herd, pendiri sekaligus Chief Executive Officer Bumble, menampik anggapan bahwa langkah ini membatalkan gagasan awal perusahaan yang ia dirikan lebih dari satu dasawarsa lalu.
“Meski perempuan yang membuat langkah pertama adalah gagasan radikal, mengutamakan perempuan tidak pernah berarti menetapkan hanya satu cara untuk terhubung,” kata Whitney Wolfe Herd.
“Hari ini komunitas kami meminta lebih banyak keluwesan, lebih sedikit tekanan, dan lebih banyak peluang untuk membangun hubungan yang nyata dan bermakna, dan itulah yang ditawarkan pengalaman baru ini,” ujarnya.
Dua Pertiga Perempuan Justru Ingin Didahului
Perusahaan menyandarkan keputusannya pada survei terhadap penggunanya sendiri. Sebanyak 66 persen perempuan yang disurvei menyatakan lebih menyukai laki-laki yang mengirim pesan pertama, dengan alasan pilihan itu mengurangi tekanan yang mereka rasakan. Lebih dari separuh anggota yang ditanyai juga menilai tenggat balasan yang lebih panjang membuat pengalaman memakai aplikasi terasa lebih nyaman.
Pelonggaran ini bukan yang pertama. Sejak April 2024 Bumble memperkenalkan Opening Moves, fitur yang membolehkan perempuan memasang pertanyaan di profilnya untuk dijawab pihak lain. Fitur itu sudah menggeser beban memulai percakapan tanpa benar-benar mencabut aturan lamanya. Yang diumumkan pekan ini menuntaskan pergeseran tersebut.
Hasil survei itu menunjukkan jarak antara niat awal perusahaan dan kebiasaan penggunanya. Aturan lama disusun sebagai jawaban atas pengalaman buruk perempuan di aplikasi kencan, sedangkan mayoritas responden justru menganggap kewajiban menyapa lebih dulu sebagai beban tersendiri. Bumble memilih mengikuti kebiasaan itu, dengan risiko kehilangan alasan yang selama ini membuatnya dipilih.
Bumble tidak sendirian mengubah aturan mainnya. Pada hari yang sama, platform video terbesar dunia mengumumkan syarat baru bagi kreatornya, ketika YouTube menaikkan ambang monetisasi dua kali lipat yang berlaku mulai 1 Februari 2027.
Datang Saat Pendapatan Menyusut
Perubahan ini tiba pada masa yang tidak nyaman bagi Bumble. Sepanjang kuartal kedua 2026 pendapatan perusahaan tercatat 210,5 juta dolar AS, turun 15,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Manajemen juga memperkirakan jumlah pelanggan berbayar masih akan menyusut pada kuartal ketiga.
Aturan perempuan mengirim pesan pertama selama ini menjadi alat pemasaran sekaligus pembeda produk. Melepasnya berarti Bumble bertaruh bahwa kenyamanan pemakaian lebih berharga daripada identitas yang sudah telanjur melekat, sekaligus membuat produknya bekerja lebih mirip pesaing-pesaingnya. Perusahaan belum mengumumkan kapan persisnya aturan baru itu menjangkau seluruh pasar yang dilayaninya.
Baca juga: Aptoide Kembali ke Google Play, Toko Aplikasi Saingan Pertama Setelah Satu Dasawarsa
Baca juga: Formulir Pendaftaran Klaviyo Bocorkan Kata Sandi Pengguna ke Perusahaan Iklan




















