Wi-Fi Palsu Muncul di Kabin, Delta Selidiki Penerbangan Las Vegas-Atlanta

Penumpang memakai laptop di kursi kabin pesawat

Ilustrasi penumpang memakai laptop di dalam kabin pesawat. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Delta Air Lines menyelidiki kemunculan jaringan Wi-Fi palsu di dalam kabin pesawat yang sedang terbang dari Las Vegas menuju Atlanta pada Senin, 10 Agustus 2026. Jaringan itu dibuat oleh seseorang di dalam pesawat dan diberi nama menyerupai jaringan Wi-Fi resmi milik maskapai, sehingga penumpang lain berpotensi tersambung tanpa curiga.

Dikutip dari TechCrunch, para pilot melaporkan temuan tersebut kepada petugas pengatur lalu lintas udara melalui dua kali komunikasi radio. Awak pesawat lalu mematikan layanan Wi-Fi resmi di dalam kabin selama sekitar 30 menit sebagai langkah pengamanan.

“Keselamatan penerbangan tidak pernah dipertanyakan dan tidak ada sistem operasional pesawat yang terpengaruh,” kata Morgan Durrant, juru bicara Delta Air Lines. Ia menyatakan perusahaan sedang menyelidiki insiden itu secara menyeluruh untuk mengumpulkan fakta yang utuh, sebuah proses yang menurutnya membutuhkan waktu, dan akan menggandeng aparat penegak hukum federal serta regulator penerbangan.

Baca juga: Formulir Pendaftaran Klaviyo Bocorkan Kata Sandi Pengguna ke Perusahaan Iklan

Cara Kerja Jaringan Kembar

Serangan semacam ini dikenal dengan istilah evil twin atau jaringan kembar jahat. Pelaku menyalakan titik akses Wi-Fi dari perangkatnya sendiri, lalu memberi nama yang sama atau nyaris sama dengan jaringan sah di sekitarnya. Ketika korban tersambung, seluruh lalu lintas datanya melewati perangkat pelaku, yang membuka peluang penyadapan atau pengalihan korban ke halaman masuk palsu untuk memanen kata sandi dan data kartu.

Perangkatnya tidak perlu mahal maupun rumit. Sebuah ponsel dengan fitur berbagi koneksi sudah cukup untuk menyiarkan nama jaringan tiruan, dan sistem operasi umumnya menampilkan nama jaringan tanpa memberi tanda mana yang asli. Itulah sebabnya insiden ini bisa terjadi di ruang tertutup seperti kabin pesawat, bukan hanya di kafe atau bandara.

Otoritas Masih Menunggu Laporan

Otoritas penerbangan Amerika Serikat menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai peristiwa tersebut. Kepolisian Atlanta melimpahkan pertanyaan kepada otoritas federal, sementara Biro Investigasi Federal belum memberikan tanggapan. Belum ada keterangan mengenai identitas pembuat jaringan tersebut maupun apakah ada penumpang yang datanya dicuri.

Konteks waktunya turut menarik perhatian. Para pilot menyebut sebagian penumpang di penerbangan itu baru menghadiri konferensi keamanan siber di Las Vegas pada pekan sebelumnya. Meski begitu, tidak ada pihak yang mengaitkan insiden ini secara resmi dengan peserta konferensi mana pun.

Pelajaran bagi Pengguna Wi-Fi Publik

Bagi pengguna di Indonesia, kasus ini relevan karena jaringan Wi-Fi gratis tersebar luas di bandara, stasiun, pusat belanja, dan kedai kopi. Kebiasaan paling aman adalah menanyakan nama jaringan resmi kepada petugas, menghindari jaringan yang namanya nyaris identik dengan jaringan sah, serta tidak menyimpan sambungan otomatis ke jaringan publik agar perangkat tidak tersambung sendiri saat berada di lokasi lain.

Selama tersambung ke jaringan publik, sebaiknya tunda urusan yang bernilai tinggi seperti transaksi perbankan atau masuk ke akun kerja. Bila terpaksa, gunakan koneksi seluler pribadi atau jaringan pribadi virtual yang tepercaya, yaitu layanan yang mengenkripsi lalu lintas data sehingga isinya tidak terbaca oleh pemilik jaringan. Peringatan sertifikat keamanan yang tiba-tiba muncul di peramban juga layak dianggap tanda bahaya, bukan sekadar gangguan teknis yang bisa diabaikan.

Baca juga: Peretas Kimsuky Korea Utara Pakai AI Bikin Dokumen Umpan, Sasar Militer dan Diplomat

Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa layanan konektivitas di dalam pesawat tidak kebal dari gangguan penumpangnya sendiri. Delta menyatakan penyelidikan masih berjalan dan hasilnya belum diumumkan.

Baca juga: Tips Berwisata di Era Digital: Hal-hal yang Harus Dilakukan

Baca Juga

Sepasang earbud nirkabel di dalam kotak pengisi daya
Fitur Alat Bantu Dengar Galaxy Buds Lolos FDA, Meluncur Kuartal Keempat 2026
Ilustrasi model molekul untai DNA berwarna
Jarum Suntik Nano dari Untai DNA Tembus Membran Sel Buatan, Belum Diuji pada Sel Hidup
Dua peneliti berjas laboratorium bekerja di dekat instrumen, sementara seorang lainnya mencatat di depan komputer
Katalis Perak Berpindah Titik Reaksi Bergantung Arah Kerja Sel Oksida Padat
Seorang petani menyemprotkan cairan ke tanaman di hamparan lahan
Petani di China Kehilangan Panen Wijen Setelah Menuruti Resep Pestisida dari AI
Baris kode program berwarna tampil di layar komputer
Rippling Balas Gugat Runlayer soal Paten, Sengketa Gerbang MCP Berlanjut
Sebuah satelit mengorbit dengan latar permukaan Bumi
Uni Eropa Perbesar Konstelasi IRIS² Jadi 348 Satelit, Investasi Naik ke 15,6 Miliar Euro