Deputi BSSN: Keamanan Siber Harus Jadi Investasi Jangka Panjang

A A

Ilustrasi pemantauan sistem keamanan siber pada dua layar komputer. [Foto: Pexels]

  • BSSN meminta keamanan siber diperlakukan sebagai investasi jangka panjang dengan menerapkan arsitektur Zero Trust.
  • Perguruan tinggi diingatkan menjaga data pribadi yang dikelolanya dari potensi kebocoran.
  • ITS menilai riset dan migrasi ke Post-Quantum Cryptography perlu disiapkan sejak dini.

Cekricek.id — Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., meminta keamanan siber dipandang sebagai investasi jangka panjang di tengah ancaman AI dan komputasi kuantum.

Melansir keterangan tertulis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (14/09/2026), pesan itu disampaikan dalam seminar Cybersecurity Breakthrough (Cybreak) 2026. Seminar tersebut digagas Departemen Teknik Informatika ITS pada Sabtu (12/9). Tajuknya Building Quantum-Ready Cyber Resilience in the AI Era.

Zero Trust dan Perlindungan Data Pribadi

Slamet menekankan pentingnya arsitektur Zero Trust di tengah pesatnya transformasi digital. Menurut dia, ancaman siber kian canggih. Karena itu, keamanan digital tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Keamanan siber harus dijadikan sebagai investasi jangka panjang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlindungan data pribadi yang dikelola berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi. Data pribadi masyarakat, kata Slamet, adalah amanah yang wajib dijaga dari potensi kebocoran.

“Data pribadi jangan hanya dianggap sebagai aset digital, tetapi harus dijaga bersama,” tuturnya.

Baca juga Dosen UNAIR soal data pribadi nasabah

Ancaman Panen Sekarang, Dekripsi Nanti

Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso, S.Kom., Ph.D., memaparkan fenomena panen sekarang, dekripsi nanti. Dalam pola serangan ini, peretas mengumpulkan data terenkripsi lebih dulu. Data itu baru dibuka ketika teknologinya sudah matang.

“Riset dan migrasi menuju Post-Quantum Cryptography harus disiapkan sejak dini,” jelasnya.

Post-Quantum Cryptography adalah kelompok algoritma kriptografi yang dirancang agar tahan terhadap serangan komputer kuantum.

Baca juga IRoS Lab Fasilkom UI kembangkan AI untuk robotika

Kolaborasi Memperkuat Keamanan Siber

Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS, Prof. Dr. Ir. Diana Purwitasari, S.Kom., M.Sc., menyebut seminar itu memberi pemahaman soal kriptografi dan keamanan siber. Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ketahanan digital.

“Upaya ini penting untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi yang diiringi tantangan baru di bidang keamanan siber,” tambahnya.

Seminar turut melibatkan mitra penyedia solusi siber, seperti Virtus Technology Indonesia, Palo Alto Networks, dan Red Hat. Mereka memaparkan kesiapan infrastruktur dan jaringan berskala besar.

Baca juga Peneliti ITS kembangkan baterai aluminium berbasis air laut

Bagikan

Baca Juga

Dosen UNAIR: Data Pribadi Nasabah Bisa Dibagi ke Pihak Ketiga
ITS Wajibkan Sertifikat Halal Kantin per 18 Oktober 2026
Biogas Kotoran Sapi ITS Jadi Energi Dapur Warga Papua Barat
Peneliti ITS Kembangkan Baterai Aluminium Berbasis Air Laut
Pakar ITS: Patahan Surabaya Belum Terverifikasi Aktif
Prof Zikra: Regulasi Industri Marina Terjebak Wisata Asing