- Tes passing dan catching dilakukan dengan media dinding selama 30 detik, dan 66 kali ke atas masuk Baik Sekali.
- Tes shooting terdiri atas Fly Shoot, Standing Shoot, dan Side Shoot dari jarak 7 dan 9 meter.
- Fly Shoot mencatat korelasi tertinggi dengan r = 0,921, disusul Standing Shoot 0,911 dan Side Shoot 0,905.
- Rentang Sedang tembakan 7 meter ditulis 0,38-0,51 detik di abstrak, tetapi 0,36-0,51 detik di tabel norma.
- Artikel tidak menjelaskan usia, klub, dan tingkat bermain responden, sementara jumlah sampelnya 30 dan 42.
Daftar Isi
Cekricek.id — Tes keterampilan bola tangan ini dimulai dengan dinding dan 30 detik. Pemain melakukan passing dan catching dengan media dinding selama waktu tersebut. Hasil 66 kali ke atas masuk kategori Baik Sekali, sedangkan 15 kali ke bawah masuk Kurang Sekali.
Sesudah itu, pemain menembak ke gawang dari jarak 7 meter dan 9 meter. Tiga jenis tembakan dipakai dalam rangkaian ini, yakni Fly Shoot, Standing Shoot, dan Side Shoot. Setiap tembakan dinilai dari dua hal, yaitu poin sasaran dan kecepatan waktu tembakannya.
Rangkaian itu disusun Habain Sila Perdana, Achmad Widodo, dan Heri Wahyudi dari Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya. Hasilnya terbit sebagai artikel berjudul Development of a Test Instrument for Basic Technical Skills of Playing Handball. Habain Sila Perdana tercatat sebagai penulis korespondensi.
Artikel itu dimuat Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK) Volume 10 Nomor 1, Juni 2025, halaman 12–20. Naskahnya diterima redaksi pada 24 Januari 2025 dan diperbaiki pada 14 Maret 2025. Naskah itu kemudian diterima terbit pada 2 Juni 2025.
Tujuan penelitiannya mengembangkan jenis tes keterampilan teknik yang umum menjadi rangkaian tes khusus. Menurut ketiga penulis, tes keterampilan bola tangan itu harus sesuai dengan karakteristik latihan dan pertandingan bola tangan yang sebenarnya. Sasarannya para pemain bola tangan.
Pembinaan Disebut Masih Tertinggal
Latar penelitiannya ditulis singkat di bagian pendahuluan. Pola pembinaan bola tangan di Indonesia saat ini disebut masih tertinggal dari negara lain. Kurangnya kompetisi juga disebut sebagai penghambat perkembangan bola tangan di dalam negeri.
Para penulis menilai tes pengukuran fisik dan teknik yang akurat penting dalam membina pemain agar target yang diinginkan tercapai. Selain latihan fisik, pelatih disebut selalu perlu mengembangkan latihan teknik. Menurut naskahnya, hanya pemain berketerampilan teknik baik yang mampu berlatih dan bermain secara optimal.
Instrumen tes keterampilan bola tangan ini dikembangkan untuk mengatasi persoalan dalam cabang olahraga tersebut. Naskah juga menyebut instrumen itu dimaksudkan membantu meningkatkan kapasitas latihan. Kata kunci artikelnya tes passing dan catching, tes menembak ke gawang, dan norma tes.
Ahli Memilih Dua Komponen
Jenis penelitiannya penelitian pengembangan, bukan penelitian deskriptif. Naskah menjelaskan penelitian deskriptif hanya bertujuan membuat gambaran yang sistematis, faktual, dan akurat. Penelitian pengembangan dijelaskan sebagai langkah membuat produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada.
Komponen tesnya ditentukan lewat diskusi para peneliti dengan para ahli. Hasilnya dua komponen teknik dasar yang dibutuhkan pemain bola tangan, yaitu tes passing dan catching serta tes shooting. Jumlah, nama, dan latar para ahli yang diajak berdiskusi tidak dicantumkan.
Untuk passing dan catching, komponen yang diukur adalah operan tangan bebas dan tangkapan dua tangan. Bentuk tes yang disusun berupa wall passing atau operan ke dinding. Tes itu dimodifikasi pada jarak 2 meter dan 3 meter.
Untuk shooting, tabel pertama mendaftar enam jenis tembakan, yakni standing throw shoot, jump shoot, flying shoot, side shoot, dive shoot, dan reverse shoot. Tesnya berupa tembakan modifikasi dari jarak 7 dan 9 meter. Tabel yang sama mencantumkan keterangan 3–5 di depan gawang tanpa satuan.
Tes Keterampilan Bola Tangan di Tiga Jarak
Data tes keterampilan bola tangan untuk passing dan catching disajikan pada tiga jarak, yakni 2, 3, dan 6 meter. Setiap jarak memuat N sebanyak 30. Rata-ratanya 50,0333 pada jarak 2 meter, 50,0667 pada jarak 3 meter, dan 50,1333 pada jarak 6 meter.
Nilai totalnya 149,9000 dengan simpangan baku 21,99114. Simpangan baku per jarak berkisar antara 10,03763 dan 10,12162. Satuan skor pada tabel data itu tidak ditulis, sehingga pembaca tidak tahu apakah angka itu jumlah lemparan atau nilai lain.
Baca juga Dinding Tiga Meter dan Ketepatan Smash Bola Voli
Nilai Kolmogorov-Smirnov untuk jarak 2 meter tercatat 0,852 dengan probabilitas 0,462. Jarak 3 meter bernilai 0,812 dengan probabilitas 0,525, sedangkan jarak 6 meter bernilai 0,687 dengan probabilitas 0,733. Naskah tidak menulis kesimpulan yang ditarik dari ketiga angka Kolmogorov-Smirnov tersebut.
Fly Shoot Paling Valid
Tes shooting diuji dengan korelasi Pearson pada N sebanyak 42. Setiap jenis tembakan dicatat dua kali, misalnya Standing Shoot 1 dan Standing Shoot 2, lalu kedua catatan itu dikorelasikan. Nilai signifikansi ketiga jenis tembakan tertulis 0,000.
Fly Shoot mencatat korelasi tertinggi, r = 0,921. Standing Shoot menyusul dengan r = 0,911, lalu Side Shoot dengan r = 0,905. Menurut para penulis, ketiganya memiliki nilai validitas yang signifikan sehingga dapat dipakai mengukur keterampilan menembak dalam bola tangan.
“Dengan demikian, ketiga tes tersebut dapat mewakili tes keterampilan teknik menembak dalam permainan bola tangan,” tulis Habain Sila Perdana, Achmad Widodo, dan Heri Wahyudi. Di badan teks, angka korelasinya ditulis tanpa nol dan tanpa koma, misalnya r = 911 dan r = 921.
Tabel keempat memuat dua kolom angka berlabel V dan R untuk setiap tes terpilih. Passing dan catching tercatat V 0,933 dan R 0,986. Fly Shoot tercatat V 1,002 dan R 0,921, satu-satunya nilai V yang melewati angka 1 di tabel itu.

Standing Shoot tercatat V 0,879 dan R 0,911, sedangkan Side Shoot tercatat V 0,814 dan R 0,905. Naskah tidak menjelaskan apa yang diukur kolom V maupun cara menghitungnya. Kolom R di tabel itu sama dengan nilai korelasi Pearson untuk ketiga tembakan.
Skor 66 Masuk Baik Sekali
Setelah jenis tes dipilih, langkah berikutnya menyusun norma. Demi kepraktisan, tes keterampilan bola tangan itu dinamai tes passing dan catching, tes Fly Shoot, tes Standing Shoot, dan tes Side Shoot. Norma disusun untuk tiap tes tersebut.
Norma passing dan catching memakai lima kategori. Skor 66 ke atas masuk Baik Sekali, 56–65 Baik, dan 26–55 Sedang/Cukup. Skor 16–25 masuk Kurang, sedangkan skor 15 ke bawah masuk Kurang Sekali.
Tembakan 7 meter dinilai dengan poin sasaran 0 sampai 4. Poin 0 berarti Kurang Sekali, poin 1 Kurang, poin 2 Sedang, poin 3 Baik, dan poin 4 Baik Sekali. Norma tembakan 9 meter memakai skala poin yang sama persis.
Kecepatan tembakan juga diberi norma. Untuk jarak 7 meter, waktu di atas 0,58 detik masuk Kurang Sekali dan 0,52–0,57 detik masuk Kurang. Waktu 0,30–0,35 detik masuk Baik, sedangkan waktu di bawah 0,29 detik masuk Baik Sekali.
Untuk jarak 9 meter, waktu di atas 0,61 detik masuk Kurang Sekali dan 0,56–0,6 detik masuk Kurang. Rentang 0,42–0,55 detik masuk Sedang dan 0,37–0,41 detik masuk Baik. Waktu di bawah 0,36 detik masuk Baik Sekali.
Posisi tembakan dijelaskan di bagian kesimpulan. Fly Shoot dilakukan dari jarak 7 dan 9 meter di tengah. Standing Shoot dan Side Shoot sama-sama dilakukan dari jarak 7 dan 9 meter di posisi tengah, lurus dengan penjaga gawang.
“Rangkaian tes teknik menembak permainan bola tangan terdiri atas 3 jenis tes yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan merupakan satu kesatuan,” tulis ketiga penulis di kesimpulan. Tes passing dan catching dengan media dinding tetap dilakukan selama 30 detik.
Tabel Norma Saling Bertabrakan
Rentang Sedang untuk tembakan 7 meter tidak seragam di dalam naskah. Abstrak menulis 0,38–0,51 detik, sedangkan tabel norma menulis 0,36–0,51 detik. Menurut abstrak, waktu 0,36–0,37 detik tidak masuk kategori mana pun.
Judul tabel pun tertukar. Tabel keenam dan ketujuh berjudul norma tes passing dan catching 7 meter dan 9 meter. Isi kedua tabel itu justru norma shooting berupa poin sasaran dan waktu tembakan.
Jarak tes passing dan catching juga berganti-ganti di sepanjang naskah. Tabel komponen menyebut 2 dan 3 meter, sementara tabel data memuat 2, 3, dan 6 meter. Norma yang akhirnya disusun hanya berjudul norma tes passing dan catching 2 meter.
Skala lima tingkat di pembahasan berbunyi Good, Bad, Medium/Sufficient, Deficient, dan Very Deficient. Daftar itu tidak memuat kategori Baik Sekali dan justru memuat kategori Bad. Padahal, kategori Baik Sekali muncul di ketiga tabel norma yang disusun.
Baca juga 156 Atlet Sepak Takraw Pelajar dan Dua Angka yang Berbeda
Kesimpulan tentang Side Shoot juga menyisakan tanda tanya. Tembakan samping itu ditulis dilakukan di posisi tengah, lurus dengan penjaga gawang, sama seperti Standing Shoot. Naskah tidak menjelaskan perbedaan posisi kedua tembakan tersebut.
Responden Tidak Diperkenalkan
Artikel itu tidak memuat bagian keterbatasan penelitian. Siapa responden tes keterampilan bola tangan ini juga tidak dijelaskan. Usia, jenis kelamin, klub, daerah, dan tingkat bermain mereka tidak disebut di bagian mana pun, termasuk di tabel data.
Jumlah sampelnya pun berbeda antartabel. Data passing dan catching memuat N sebanyak 30, sedangkan uji tembakan memuat N sebanyak 42. Metode hanya menyebut purposive sampling dan analisis korelasi Pearson tanpa kriteria pemilihan responden.
Cara mengukur waktu tembakan tidak dipaparkan, termasuk alat yang dipakai. Arti poin sasaran 0 sampai 4 juga tidak dijelaskan, begitu pula letak sasarannya di gawang. Ukuran bola dan gawang tidak disebut.
Uraian metode malah berbicara tentang mengembangkan permainan bola tangan. Langkah keempat menyebut data dianalisis untuk menentukan permainan bola tangan terbaik yang cocok dengan komponen teknik. Hasilnya lalu dibandingkan dengan permainan bola tangan terbaik.
Baca juga Waktu Reaksi Pemain Bulu Tangkis Ganda 0,026 Detik Lebih Cepat
Sisa naskah lain juga tertinggal. Kesimpulan merujuk pada Bab IV, sementara ucapan terima kasih ditujukan kepada Dr. Achmad Widodo dan Dr. Heri Wahyudi sebagai pembimbing. Keduanya tercantum sebagai penulis kedua dan ketiga artikel yang sama.
Dalam tes keterampilan bola tangan itu, kategori Baik Sekali dimulai dari 66 kali dalam 30 detik.















