- Impor barang terkait AI Amerika Serikat hampir berlipat dua menjadi 260 miliar dolar AS pada Januari–Mei 2026.
- Taiwan menyumbang 47 miliar dolar AS dari kenaikan impor barang terkait AI sebesar 127 miliar dolar AS.
- Ekspor barang terkait AI Amerika Serikat naik 29 miliar dolar AS atau 52 persen, sebagian besar ke Kanada dan Meksiko.
Cekricek.id — Impor barang AI Amerika Serikat hampir berlipat dua menjadi 260 miliar dolar AS pada Januari–Mei 2026. Nilai itu menjadikannya kategori impor terbesar ketika sebagian besar kategori lain justru turun.
Mengutip pembaruan regional laporan perdagangan global yang dirilis McKinsey Global Institute (MGI), Selasa (08/09/2026), impor barang terkait kecerdasan buatan (AI) itu naik 127 miliar dolar AS atau 96 persen, berdasarkan olahan MGI atas data Biro Sensus Amerika Serikat.
Laporan itu menghitung semikonduktor, kartu grafis, router, dan server sebagai barang terkait AI. Barang-barang tersebut juga dapat dipakai untuk keperluan di luar AI. Perlengkapan pusat data lain, seperti sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC), peralatan listrik, serta alat konstruksi, tidak dihitung.
MGI mencatat barang terkait AI tetap menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan perdagangan Amerika Serikat, sama seperti pada 2025. Kenaikan itu mencerminkan maraknya pembangunan pusat data.
Baca juga Belanja peralatan cip dunia diproyeksi 135 miliar dolar pada 2026
Taiwan Sumbang 47 Miliar Dolar Kenaikan Impor Barang AI Amerika Serikat
Taiwan menjadi pemasok yang paling diuntungkan. Impor Amerika Serikat dari Taiwan naik 78 persen pada Januari–Mei 2026, terpusat pada semikonduktor dan server. Dari total kenaikan impor barang terkait AI sebesar 127 miliar dolar AS, Taiwan menyumbang 47 miliar dolar AS. Ledakan AI juga menambah permintaan pasokan dari Vietnam.
Di sisi ekspor, pengiriman barang terkait AI dari Amerika Serikat naik 29 miliar dolar AS atau 52 persen. Sebanyak 19 miliar dolar AS di antaranya dikirim ke Kanada dan Meksiko. Di sana, komponen kerap dirakit sebelum kembali ke Amerika Serikat sebagai barang jadi.
Lonjakan impor barang AI Amerika Serikat jauh melampaui kategori impor lain, yang sebagian besar justru turun. Impor mobil, misalnya, terus menurun di tengah tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat sejak 2025.
Baca juga Investor pemula Korea Selatan rugi besar karena saham AI
Dalam The McKinsey Podcast yang tayang Kamis (04/06/2026), Jeongmin Seong, partner MGI yang memimpin penyusunan pembaruan regional tersebut, menjelaskan peran perdagangan terkait AI. “Ukuran perdagangan terkait AI secara keseluruhan relatif moderat. Namun, perdagangan ini menyumbang sekitar sepertiga pertumbuhan perdagangan global pada 2025. Pertumbuhan itu bahkan lebih menonjol di Amerika Serikat,” kata Seong.
“Itu karena Amerika Serikat menyumbang kira-kira separuh pembangunan pusat data baru dunia tahun lalu. Tren ini berlanjut ke 2026 dan menciptakan efek riak besar secara global,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Seong mencontohkan efek itu di dua pemasok utama. “Banyak orang Korea cukup senang belakangan ini karena pasar saham naik lebih dari 70 persen. Kenaikan itu sebagian besar didorong dua perusahaan semikonduktor. Orang-orang di Taiwan juga senang karena PDB-nya tumbuh sekitar 14 persen pada kuartal pertama, lagi-lagi sebagian besar didorong rantai nilai terkait AI,” katanya.
Baca juga Gedung Putih tuding 40 negara bantu China kelabui tarif Amerika















