UNIMUS Bebaskan SPP Tujuh Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

A A

Penyerahan bantuan kepada mahasiswa asal NTT yang keluarganya terdampak bencana di Gedung Rektorat UNIMUS, Senin (14/09/2026). [Foto: UNIMUS]

  • UNIMUS membebaskan SPP satu semester dan memberi bantuan biaya hidup bagi tujuh mahasiswa asal NTT.
  • Dana Rp22,5 juta dihimpun Lazismu UNIMUS dari dosen dan tenaga kependidikan.
  • Bantuan akan disalurkan selama tiga bulan kepada mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.

Cekricek.id — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) membebaskan SPP selama satu semester dan memberi bantuan biaya hidup bagi tujuh mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang keluarganya terdampak bencana.

Mengutip keterangan tertulis Universitas Muhammadiyah Semarang, Senin (14/09/2026), penguatan bagi mahasiswa NTT itu dipimpin Wakil Rektor III UNIMUS, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd. Pertemuan berlangsung di Ruang 208 Gedung Rektorat UNIMUS. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., turut mendampingi.

Eny menyampaikan dukungan kepada para mahasiswa, baik secara mental maupun materi. Kampus ingin musibah yang menimpa keluarga mereka tidak menghambat keberlanjutan pendidikan.

“Jangan sampai bencana ini memutus prestasi dan pendidikan yang sudah ditempuh. Tetap belajar dengan baik. Kalau sampai ada kesulitan, bisa dikomunikasikan,” pesan Prof. Eny kepada mahasiswa.

Ia menegaskan, mahasiswa tidak perlu menghadapi persoalan akibat bencana seorang diri. Kampus membuka ruang komunikasi agar kendala studi bisa segera dicarikan solusi.

Baca juga Tato tradisional Dawan yang terputus di Timor

Bantuan untuk Mahasiswa NTT dari Dosen dan Tendik

Bantuan tersebut terdiri atas dua bentuk. Pertama, pembebasan SPP selama satu semester. Kedua, bantuan biaya hidup bagi ketujuh mahasiswa NTT itu.

Penyalurannya dilakukan lewat kerja sama UNIMUS dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) UNIMUS. Perwakilan Lazismu UNIMUS, Drs. Fatturochman, M.Kom., melaporkan penghimpunan dana dari dosen dan tenaga kependidikan kampus.

Dana yang terkumpul mencapai Rp22.500.000. Untuk sementara, dana itu akan disalurkan selama tiga bulan kepada mahasiswa terdampak. Seluruh dana tersebut berasal dari sumbangan internal sivitas kampus.

Baca juga Hukum adat Tetun di Belu, NTT

Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban mahasiswa dan keluarganya sekaligus menjaga proses belajar tetap berjalan. UNIMUS menegaskan komitmennya mendampingi mahasiswa dalam situasi sulit agar mereka tetap bisa berprestasi dan menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Baca juga Kebijakan penanggulangan bencana butuh keputusan cepat

Lazismu merupakan lembaga amil zakat milik Persyarikatan Muhammadiyah. Lembaga ini menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, termasuk untuk penanganan bencana di berbagai daerah.

Bagikan

Baca Juga

Dosen Terduga Kekerasan Seksual UIN Walisongo Diperiksa Itjen
Ahmad Luthfi: MTQ Nasional XXXI Jadi Cooling System
Kebijakan Penanggulangan Bencana Butuh Keputusan Cepat
Lambi Tei Rote, Motif Raja yang Dibakar Bila Salah Pemakai
Etnoastronomi Suku Bajo Wuring dan Bintang yang Tak Dicatat
Barter Du-Hope Lamalera, Ikan Ditukar Jagung dan Pisang