- Jubir Kemlu China Guo Jiakun menyebut narasi ancaman dan persaingan jahat mengganggu tata kelola AI global.
- Pernyataan itu menyusul seruan CEO Anthropic Dario Amodei agar pengembangan AI diperlambat.
- Trump dijadwalkan menjamu Xi Jinping di Gedung Putih pekan depan, dengan AI diupayakan masuk agenda.
Cekricek.id — China mengecam apa yang disebutnya “narasi ancaman” dalam tata kelola AI global dan memperingatkan agar tidak ada pihak yang “terlibat dalam konfrontasi dan persaingan jahat”.
Melansir BBC, Senin (14/09/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan kepada wartawan bahwa “narasi ancaman, konfrontasi, dan persaingan jahat hanya mengganggu proses tata kelola AI global dan tidak menguntungkan siapa pun”.
“Semua pihak harus bekerja sama memajukan AI secara terbuka, inklusif, bermanfaat bagi semua, dan berorientasi pada kebaikan,” kata Guo.
Pernyataan itu menyusul seruan CEO Anthropic Dario Amodei agar pengembangan AI diperlambat, dengan cara yang mencegah China unggul dalam perlombaan AI. Sepekan terakhir, orang dalam di laboratorium AI terkemuka Amerika Serikat memperingatkan potensi ancaman AI dengan bahasa yang sangat keras, sebagian menyebut teknologi itu dapat memusnahkan umat manusia.
Baca juga China bantah tuduhan AS soal pencurian model kecerdasan buatan
Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon pekan lalu mengatakan “ada kemungkinan kuat kita semua bisa mati dalam waktu dekat” jika laju pengembangan saat ini berlanjut. Kepala Eksekutif OpenAI Sam Altman menulis di X pada Senin, “Kita membutuhkan cara untuk memastikan teknik penyelarasan dan keselamatan tetap berada di depan kemajuan kemampuan model.”
Presiden AS Donald Trump justru mengecilkan risiko tersebut. Ia ingin mempertahankan keunggulan AS atas China “karena siapa pun yang memenangi AI, dia yang menang”.
Chang Jun Yan, asisten profesor program studi militer di S Rajaratnam School of International Studies, Singapura, menyebut kesepakatan AS dan China untuk mengatur pengembangan AI “nyaris mustahil”. “Sebagai bagian dari kepentingan inti keamanan nasional masing-masing negara, kerja sama untuk memperlambat dan lebih berhati-hati terkait AI sangat, sangat kecil kemungkinannya,” ujarnya.
Baca juga Xi Jinping ke Mesir bawa agenda energi dan kecerdasan buatan
Di sisi lain, Menteri Keamanan Negara China Chen Yixin menulis pada Minggu bahwa China harus “menyeimbangkan pembangunan dan keamanan” serta memperkuat pencegahan risiko untuk “menjaga kepentingan rakyat dan keamanan nasional”. Pada Juli, China membentuk World AI Cooperation Organisation yang bertujuan membentuk tata kelola AI global, dan dalam KTT BRICS di India pada Minggu, Xi Jinping mengusulkan pembentukan komunitas AI sumber terbuka.
Trump dijadwalkan menjamu Xi di Gedung Putih pekan depan, dan kedua pihak berupaya memasukkan AI ke dalam agenda, menurut laporan South China Morning Post yang dikutip BBC.
Baca juga Zuckerberg terbitkan manifesto 6.500 kata soal superkecerdasan personal Meta















