Pemilu Swedia Ketat, Blok Kiri Unggul Tipis atas Kristersson

A A

Pemimpin Partai Sosial Demokrat Swedia Magdalena Andersson bertepuk tangan bersama pendukungnya. [Foto: Reuters via BBC]

  • Dengan 95 persen suara terhitung, blok kiri meraih 176 mandat dan blok kanan 173 mandat.
  • Penghitungan susulan pada Rabu, termasuk suara dari luar negeri, dapat menentukan hasil akhir pemilu Swedia.
  • Partai Demokrat Swedia kehilangan dukungan untuk pertama kalinya sejak masuk Riksdag pada 2010.

Cekricek.id — Pemilu Swedia masih terlalu ketat untuk ditentukan pemenangnya, dengan blok kiri yang dipimpin Partai Sosial Demokrat unggul tipis atas koalisi kanan Perdana Menteri Ulf Kristersson saat penghitungan suara berlanjut.

Laporan BBC, Senin (14/09/2026), menyebutkan bahwa dengan 95 persen suara terhitung, blok kiri meraih 176 mandat, sedangkan blok kanan 173 mandat. Selisih kedua blok saat ini hanya sekitar 28.000 suara, dan belum ada media besar yang menyatakan pemenang.

Penghitungan awal otoritas pemilu Swedia memproyeksikan pemimpin Sosial Demokrat Magdalena Andersson kemungkinan meraih mayoritas tiga kursi atas koalisi empat partai yang dipimpin Kristersson. Selama ini Kristersson didukung Partai Demokrat Swedia (SD), partai kanan keras yang berakar neo-Nazi, dan ia menjanjikan kursi kabinet bagi SD bila tetap berkuasa.

Senin pagi, Kristersson mengatakan belum jelas siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya. “Para pemilih sudah bersuara, tetapi kami belum memiliki hasil akhir. Pemerintahan mana yang akan memimpin Swedia dalam tahun-tahun mendatang masih menjadi pertanyaan terbuka,” katanya kepada para pendukung.

Andersson, yang pernah menjabat perdana menteri pada 2021–2022, meminta pendukungnya menunggu hasil akhir pada Minggu malam. Namun, ia menambahkan bahwa jika hasil saat ini bertahan, “Swedia akan memiliki pemerintahan baru.”

Baca juga AfD menang telak di Saxony-Anhalt, cetak sejarah Jerman

Penghitungan akan dilanjutkan Rabu (16/09/2026) untuk memasukkan suara awal yang terlambat masuk serta suara dari luar negeri yang tidak tiba sebelum hari pemungutan. Pada pemilu 2022, lebih dari 220.000 suara dimasukkan dalam penghitungan susulan. Jika jumlahnya serupa tahun ini, menurut BBC, penghitungan Rabu dapat menentukan hasil akhir.

Partai dengan perolehan minimal 4 persen suara berhak masuk Riksdag, parlemen Swedia. Hingga Senin pagi, Sosial Demokrat berada di jalur hasil terburuk dalam lebih dari satu abad dengan 28 persen, sedangkan SD kehilangan dukungan untuk pertama kalinya sejak masuk Riksdag pada 2010. Partai Kiri, Partai Hijau, dan Partai Tengah di blok kiri justru bertambah dukungannya.

Partisipasi pemilih dalam pemilu Swedia kali ini turun menjadi sekitar 80 persen, empat poin lebih rendah dibanding pemilu 2022. Keamanan nasional, kejahatan geng, dan belanja kesejahteraan mendominasi kampanye.

Baca juga Serangan pedang di sekolah Swedia tewaskan siswi 17 tahun

Seusai memberikan suara pada Minggu, Andersson memaparkan pilihan yang dihadapi pemilih. “Haruskah kita memiliki pemerintahan yang sepenuhnya didominasi Demokrat Swedia, sesuatu yang belum pernah terjadi di Swedia sebelumnya? Atau haruskah kita memiliki pemerintahan yang saya pimpin, yang akan membawa Swedia dengan semangat kerja sama baru?” katanya.

Kristersson, yang memberikan suara di kotamadya asalnya, Strängnäs, mengatakan penting baginya dan aliansinya untuk melanjutkan kerja mereka. “Saya kira ada antusiasme yang tulus agar kami dapat melanjutkan pekerjaan penting kami,” ujarnya.

Baca juga Islandia tolak buka lagi perundingan dengan Uni Eropa

Bagikan

Baca Juga

Drone Rusia Hantam Kereta Ukraina Usai Boris Johnson Melintas
Pembicaraan Selat Hormuz Ditunda karena Situasi Yaman, Kata Iran
Pajak Minimum Global: OECD Rilis Revisi Formulir GloBE
IMF: Aksesi Uni Eropa Bisa Angkat PDB Balkan Barat 30–35 Persen
Permintaan Batu Bara Dunia 2026 Rekor 8,94 Miliar Ton, Kata IEA
Harga Brent Diproyeksi 90 Dolar hingga Akhir 2026, Menurut EIA