Katalis Platina di Atas Alumina Hasilkan Hidrogen dari Metanol 2,5 Kali Lipat, Masih Skala Laboratorium

Labu kaca berisi cairan yang dipanaskan di laboratorium kimia

Ilustrasi percobaan di laboratorium kimia. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Peneliti di Tiongkok menemukan bahwa banyaknya hidrogen yang bisa ditarik dari metanol sangat bergantung pada jenis oksigen yang menempel di permukaan penyangga katalisnya. Katalis platina yang ditopang alumina menghasilkan hidrogen sekitar 2,5 kali lebih banyak daripada yang ditopang serium oksida. Percobaannya masih berskala laboratorium.

Hasil itu dipaparkan Yuyao Yang dan Hui Zhou, peneliti dari Universitas Tsinghua, lewat artikel Surface oxygen species dictate reaction pathways in platinum-catalyzed aqueous phase reforming of methanol dalam jurnal Energy & Environment Nexus volume 2, nomor artikel e019, tahun 2026.

Mengambil Hidrogen Tanpa Membakar

Metanol adalah alkohol cair sederhana yang mudah disimpan dan diangkut, jauh lebih praktis daripada gas hidrogen yang harus ditekan atau didinginkan sampai sangat rendah. Karena itu metanol kerap dilihat sebagai wadah hidrogen: hidrogennya dilepaskan di tempat pemakaian, bukan diangkut dari jauh.

Cara melepaskannya disebut reformasi fase air, yaitu mereaksikan metanol dengan air pada suhu sedang dengan bantuan katalis. Katalis adalah bahan yang mempercepat reaksi tanpa ikut habis. Dalam hal ini platina yang bertugas, tetapi platina tidak berdiri sendiri — butirannya ditebarkan di atas bahan penyangga, dan penyangga itulah yang ternyata ikut menentukan hasilnya.

Baca juga: Katalis Baru Bikin Sel Bahan Bakar Tahan 25 Ribu Jam

Hidrogen menarik perhatian karena pembakarannya hanya menyisakan uap air. Persoalannya ada pada cara membuatnya: sebagian besar hidrogen dunia sampai hari ini masih diambil dari gas alam lewat proses bersuhu tinggi yang melepaskan karbon dioksida. Mencari jalur yang bekerja pada suhu lebih rendah karena itu menjadi sasaran banyak laboratorium.

Oksigen yang Bukan Penonton

Tim Tsinghua menyiapkan katalis platina di atas lima penyangga berbeda — alumina, zirkonia, serium oksida, titania, dan silika — lalu melacak apa yang terjadi pada permukaannya. Yang membedakan kelimanya adalah bentuk oksigen di permukaan: ada yang berupa gugus hidroksil, gabungan satu atom oksigen dan satu atom hidrogen, ada pula yang berupa oksigen terikat kuat di dalam kisi kristal.

“Hasil kami menunjukkan oksigen di sekitar platina bukan sekadar penonton. Mereka langsung menentukan bagaimana metanol dan zat antara reaksinya diubah,” kata Hui Zhou dari Universitas Tsinghua. Ia menambahkan bahwa gugus hidroksil di permukaan memberi kimia oksigen yang pas untuk mendorong produksi hidrogen tanpa mengikat zat antara terlalu kuat.

Justru di situ letak kejutannya: oksigen yang lebih reaktif tidak selalu lebih baik. Oksigen kisi yang terlalu bersemangat malah menahan zat antara reaksi dan menyumbat titik-titik kerja pada permukaan platina. Katalis platina di atas alumina mencatat laju produksi 846,9 mikromol per gram platina per detik pada suhu 250 derajat Celsius, dengan selektivitas 97,3 persen — artinya hampir seluruh metanol yang bereaksi berjalan ke arah yang diinginkan.

Baca juga: Katalis Perak Berpindah Titik Reaksi Bergantung Arah Kerja Sel Oksida Padat

Jarak dari Meja Laboratorium ke Pabrik

Yang diuji adalah lima jenis penyangga dalam kondisi yang dikendalikan ketat, bukan reaktor yang bekerja terus-menerus selama bertahun-tahun seperti di industri. Ketahanan katalis terhadap pengotor dalam metanol niaga, biaya platina yang termasuk logam paling mahal dan paling langka, serta perilakunya pada skala besar semuanya belum diuji dalam penelitian ini. Yang ditawarkan makalah tersebut adalah petunjuk arah bagi perancang katalis berikutnya, bukan resep yang siap dipindahkan ke pabrik.

Baca juga: Petani Mungka Berhenti Beli Solar Setelah Terima Irigasi Panel Surya dari UNP

Baca Juga

Pemilik usaha kecil memotret produk dan mengurus pesanan dengan laptop
Wix Rilis Symphony, Sistem Multi-Agen AI untuk Usaha Kecil
Dokter bersarung tangan memeriksa sendi tangan pasien
Pasien Radang Sendi di Negara Eropa Berpendapatan Rendah Mulai Terapi dalam Kondisi Lebih Berat
Penumpang memakai laptop di kursi kabin pesawat
Wi-Fi Palsu Muncul di Kabin, Delta Selidiki Penerbangan Las Vegas-Atlanta
Lembar citra resonansi magnetik otak yang sedang diperiksa
Metode Pindai SANDI Petakan Kerusakan Otak Huntington pada 56 Pasien, Belum Siap untuk Rumah Sakit
Sepasang earbud nirkabel di dalam kotak pengisi daya
Fitur Alat Bantu Dengar Galaxy Buds Lolos FDA, Meluncur Kuartal Keempat 2026
Ilustrasi model molekul untai DNA berwarna
Jarum Suntik Nano dari Untai DNA Tembus Membran Sel Buatan, Belum Diuji pada Sel Hidup