Cekricek.id — Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzya memperingatkan situasi di Tepi Barat kian mendekati titik tak bisa kembali, di tengah apa yang disebutnya ekspansi Israel yang terus berlanjut di wilayah pendudukan.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (12/8/2026), pernyataan itu disampaikan Nebenzya dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas isu Timur Tengah dan persoalan Palestina.
"Risiko Destabilisasi Mendalam di Seluruh Kawasan"
Nebenzya menyebut kondisi di Tepi Barat berpotensi memicu guncangan yang jauh lebih luas dari wilayah itu sendiri. “Tepi Barat sedang mendekati titik tak bisa kembali, dengan risiko destabilisasi mendalam terhadap situasi militer dan politik di seluruh kawasan,” kata Vassily Nebenzya, Duta Besar Rusia untuk PBB.
Ia menuding “ekspansi merangkak” Israel di wilayah pendudukan sebagai akar memburuknya situasi, dan mendesak Israel menghentikan aktivitas permukiman, mencegah kekerasan pemukim, serta mematuhi resolusi-resolusi PBB yang berlaku.
Hampir 1.300 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata
Menyinggung situasi di Gaza, Nebenzya menyebut gencatan senjata yang berlaku di sana masih rapuh, dengan mengutip data hampir 1.300 warga Palestina tewas, termasuk 300 anak-anak, sejak gencatan senjata mulai diberlakukan. Ia menegaskan persoalan Palestina “tidak bisa diselesaikan dalam satu langkah atau lewat skema situasional di balik pintu tertutup,” kata Nebenzya, masih dikutip Anadolu Agency.
Peringatkan Mediator Tunggal yang Berpihak
Nebenzya juga memperingatkan bahaya dari negara-negara yang bertindak sebagai mediator tunggal, terutama yang dinilai condong ke salah satu pihak. Ia menegaskan perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dicapai lewat upaya internasional yang terkoordinasi, berlandaskan hukum internasional yang berlaku dan kerangka solusi dua negara.
Krisis Kemanusiaan yang Terus Berlanjut
Peringatan Rusia ini muncul di tengah laporan sejumlah lembaga internasional yang terus mencatat memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza meski gencatan senjata sudah berjalan. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan ribuan pasien Gaza masih mengantre evakuasi medis, dengan kebutuhan yang jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Cekricek.id sebelumnya memberitakan kapasitas angkutan bantuan di Gaza anjlok dari 1.200 menjadi hanya 300 truk operasional, memicu peringatan ancaman kelaparan dari pemantau hak asasi manusia. Cekricek.id sebelumnya memberitakan Israel mempercepat tiga proyek permukiman besar di Yerusalem Timur, langkah yang oleh sejumlah pemantau internasional dinilai semakin mempersempit ruang bagi solusi dua negara yang disinggung Nebenzya.
Belum ada tanggapan resmi dari perwakilan Israel di PBB maupun dari Amerika Serikat atas pernyataan Nebenzya dalam sidang Dewan Keamanan tersebut.





















