Cekricek.id — Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil peran dalam penetapan kawasan konservasi di perairan Pulau Pandang, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Langkah tersebut disiapkan sebagai fondasi tata kelola yang melindungi keanekaragaman hayati laut tanpa mematikan aktivitas perikanan, pariwisata, dan sumber penghidupan masyarakat pesisir di sekitarnya.
Dikutip dari laman resmi Universitas Sumatera Utara, usu.ac.id, Minggu (16/8/2026), rangkaian kegiatan berlangsung pada 10 sampai 14 Agustus 2026. Tim pelaksana dipimpin Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian USU, Ahmad Muhtadi, yang bekerja bersama pemerintah daerah, dinas teknis kelautan dan perikanan, masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.
Konservasi Bukan Sekadar Larangan
Ahmad Muhtadi menegaskan penetapan kawasan konservasi kerap disalahpahami sebagai upaya menutup ruang laut bagi warga. Padahal, kata dia, kerangka yang disusun justru diarahkan agar perlindungan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya berjalan beriringan.
Baca juga: USU-UPM Modernisasi Pakan Ternak Peternak Simalungun Lewat Aplikasi Digital
“Penetapan kawasan konservasi tidak semata-mata dimaksudkan untuk membatasi pemanfaatan ruang laut. Proses tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola yang seimbang antara perlindungan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Muhtadi.
Dengan kerangka itu, kawasan konservasi diharapkan memberi manfaat ekologis, sosial, sekaligus ekonomi dalam jangka panjang. Pendekatan tersebut menempatkan nelayan dan warga pesisir sebagai pihak yang ikut menentukan, bukan sekadar objek aturan yang datang dari luar.
Terumbu Karang hingga Profil Sosial Ekonomi
Tim USU menempuh metode ilmiah sekaligus partisipatif. Kajian ekologis mencakup kondisi terumbu karang, padang lamun, mangrove, ikan karang, megabentos, serta habitat yang dinilai tangguh terhadap perubahan iklim. Data biofisik itu menjadi dasar untuk menilai daya dukung perairan Pulau Pandang.
Di sisi lain, tim menyusun profil sosial ekonomi masyarakat pesisir untuk memetakan pola pemanfaatan ruang laut, aktivitas penangkapan ikan, dan kebutuhan warga. Masukan dihimpun melalui diskusi kelompok terarah bersama para pemangku kepentingan, lalu diolah menjadi pemodelan zonasi spasial.
Baca juga: Populasi Gajah Sumatra Tinggal 900-an Ekor, Pakar IPB: Konservasi Tanggung Jawab Multipihak
Perpaduan dua jenis data tersebut membuat rancangan zonasi tidak berhenti pada peta di atas kertas. Batas dan aturan pemanfaatan disusun dengan mempertimbangkan tempat warga selama ini melaut serta kawasan yang paling rentan bila tekanan pemanfaatannya dibiarkan.
Menopang Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan tersebut diposisikan sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan untuk kebijakan publik dan pengelolaan sumber daya alam. Kontribusinya dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, mulai dari ekosistem lautan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, hingga kemitraan untuk mencapai tujuan.
Pulau Pandang sendiri menjadi salah satu tumpuan ekonomi pesisir Batu Bara, baik lewat perikanan tangkap maupun kunjungan wisata bahari. Karena itu, keputusan mengenai status kawasannya berdampak langsung pada penghasilan warga sekitar, sehingga basis data yang kuat menjadi syarat agar aturan yang lahir kemudian dapat dijalankan di lapangan.
Keterlibatan kampus pada tahap penyusunan ini juga menutup celah yang kerap muncul pada program konservasi, yakni jarak antara dokumen perencanaan dan kenyataan di perairan. Data ekologis yang dikumpulkan langsung di lokasi membuat rancangan zonasi dapat diuji ulang bila kondisi terumbu karang maupun tekanan penangkapan ikan berubah pada tahun-tahun berikutnya.
Baca juga: Riset Flinders: Genomik Petakan Ikan Terancam Paling Rentan Perubahan Iklim
Bagi Sumatera Utara, penetapan kawasan konservasi perairan juga menyangkut pengelolaan wilayah pesisir yang lebih luas. Perairan Pulau Pandang berhubungan dengan ekosistem sekitarnya, sehingga perlindungan pada satu titik berpotensi menopang pemulihan stok ikan di perairan yang berdekatan.















