Itera Kembangkan SmartCassava, Alat Ukur Kadar Pati Singkong

Ilustrasi umbi singkong hasil panen.

Ilustrasi umbi singkong hasil panen. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan SmartCassava, alat ukur kadar pati singkong berbasis instrumentasi yang dirancang untuk membantu petani menilai mutu hasil panen secara lebih objektif. Teknologi tepat guna itu diperkenalkan langsung kepada Kelompok Tani Wong Kito 1 di Desa Sindang Anom, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.

Dikutip dari laman resmi Institut Teknologi Sumatera, itera.ac.id, Jumat (14/8/2026), pengembangan alat tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi Itera lewat skema KKN Rekognisi. Sebanyak 16 anggota kelompok tani mengikuti rangkaian sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik pengukuran memakai sampel singkong hasil panen mereka sendiri.

Bekerja dengan Prinsip Densitas Archimedes

SmartCassava dirakit memakai load cell berkapasitas 100 kilogram yang dipadukan dengan mikrokontroler ESP32. Alat itu menghitung kadar pati melalui metode densitas Archimedes, yakni membandingkan berat singkong ketika ditimbang di udara dengan beratnya saat berada di dalam air. Selisih kedua nilai tersebut diolah sistem, lalu hasil pembacaannya ditampilkan pada layar LCD sehingga dapat dibaca petani seketika di lokasi.

Baca juga: UNAND dan ITERA Sepakati Kolaborasi Riset dan Jalur Akademik Terpadu

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Itera, Yusuf Affandi, menjelaskan alat itu lahir dari kebutuhan petani yang selama ini tidak memiliki instrumen praktis untuk mengetahui kadar pati singkong secara langsung. Penilaian mutu pun kerap sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan pabrik penerima hasil panen.

“Selama ini petani belum memiliki alat yang praktis untuk mengetahui kadar pati singkong secara langsung. Melalui SmartCassava, kami ingin memberikan informasi mutu yang dapat digunakan petani sebagai data pembanding dalam proses penjualan hasil panen,” kata Yusuf Affandi.

Petani Memiliki Data Pembanding

Dalam kegiatan tersebut tim juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai mutu dan potensi singkong Lampung. Seusai pemaparan, para petani mencoba sendiri mengoperasikan SmartCassava dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa KKN Rekognisi.

Baca juga: USU-UPM Modernisasi Pakan Ternak Peternak Simalungun Lewat Aplikasi Digital

Ketua Kelompok Tani Wong Kito 1, Sunartoyo, menilai kehadiran alat itu memberi pengetahuan baru bagi anggotanya. “Dengan adanya alat ini, kami bisa mengetahui kadar aci singkong sendiri. Kalau hasil pemeriksaan di pabrik berbeda, kami setidaknya mempunyai data untuk menjadi bahan pembanding,” ujar Sunartoyo.

Posisi tawar itu bukan hal sepele karena kadar pati menjadi salah satu penentu harga beli singkong. Tanpa alat ukur mandiri, petani berada pada posisi lemah ketika angka hasil uji pabrik tidak sesuai dengan perkiraan mereka sendiri.

Menuju Tepung Mocaf dan Teknologi Pengeringan

Tim pengabdian yang terdiri atas Yusuf Affandi, Sabar, dan Rizki Yustisia Sari berharap SmartCassava menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi instrumentasi pada sektor pertanian. Ke depan, alat tersebut berpeluang dikembangkan lebih jauh untuk mendukung pengolahan singkong menjadi tepung mocaf sekaligus teknologi pengeringan.

Baca juga: UNRI Perkuat Peran Keilmuan untuk Kedaulatan Pangan dan Energi Riau

Pengembangan lanjutan itu diarahkan agar mutu sekaligus nilai tambah singkong ikut terangkat. Singkong merupakan salah satu hasil pertanian penting di Lampung, sehingga perbaikan pada rantai penilaian mutunya berpotensi menyentuh banyak rumah tangga petani sekaligus.

Baca Juga

Ilustrasi pertanian padi
UNRI Perkuat Peran Keilmuan untuk Kedaulatan Pangan dan Energi Riau
Kepadatan lalu lintas di sebuah ruas jalan di Hanoi
Polisi Hanoi Terjunkan Drone Awasi Pelanggaran dan Kemacetan Lalu Lintas
Papan nama IBM terpasang di sebuah gedung
IBM Gandeng OpenAI, GPT-5.6 Masuk ke Ruang Kerja Perusahaan Besar
Roket berdiri tegak di landasan peluncuran
Astra Space Galang Rp4,1 Triliun, Bertaruh pada Roket Sekali Pakai
Papan sirkuit dan komponen semikonduktor
Applied Materials Cetak Rekor Pendapatan, Belanja Cip AI Belum Melandai
Prosesor komputer di atas papan sirkuit
OpenAI Buka Mode Ultrafast GPT-5.6 Sol, 750 Token per Detik