Cekricek.id — Inflasi inti Jepang pada Juli 2026 naik 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memperkuat peluang Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan pada September. Angka itu tercantum dalam data resmi pemerintah Jepang yang dirilis Jumat, 21 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Indeks harga konsumen inti Jepang adalah ukuran yang tetap memasukkan komponen energi tetapi mengeluarkan harga pangan segar yang mudah bergejolak. Kenaikan 1,8 persen secara tahunan pada Juli 2026 itu persis sama dengan median perkiraan pasar dan lebih tinggi daripada kenaikan 1,6 persen yang tercatat pada Juni 2026.
Baca juga: Inflasi Inggris Naik ke 2,9 Persen Dipicu Lonjakan Gas
Biaya Impor Menular ke Harga Barang
Percepatan inflasi terjadi karena perusahaan di Jepang meneruskan kenaikan biaya impor kepada konsumen. Dua pemicu utamanya adalah pelemahan nilai tukar yen dan perang Amerika Serikat serta Israel melawan Iran yang mengacaukan aliran energi dunia sejak akhir Februari 2026.
Perang itu bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Sejak itu, penutupan Selat Hormuz oleh Teheran dan serangan Iran ke fasilitas energi di berbagai titik di Timur Tengah membuat pengiriman minyak dan gas ke kawasan lain terganggu, termasuk ke Jepang yang hampir sepenuhnya bergantung pada energi impor.
Pada Juli 2026, harga barang di Jepang naik 2,7 persen secara tahunan. Inflasi di sektor jasa jauh lebih landai, yaitu 1,2 persen, naik tipis dari 1,1 persen pada Juni 2026. Kenaikan pada kelompok jasa itu menjadi petunjuk bahwa dunia usaha secara bertahap mulai membebankan ongkos tenaga kerja yang membengkak akibat ketatnya pasar kerja Jepang.
Baca juga: Kuota Pisang ke Jepang Tambah 4.000 Ton, Tarif Nol Persen
Indeks yang membuang harga pangan segar sekaligus bahan bakar, ukuran yang paling diperhatikan Bank of Japan sebagai cermin tekanan harga mendasar, naik 1,9 persen pada Juli 2026 setelah naik 1,7 persen pada Juni 2026.
Subsidi Bahan Bakar Menahan Angka Resmi
Meski menguat, inflasi inti Jepang masih bertahan di bawah sasaran 2 persen milik Bank of Japan untuk bulan ketujuh berturut-turut. Penyebab terbesarnya adalah subsidi pemerintah yang diarahkan untuk menekan harga bahan bakar, sehingga beban energi tidak sepenuhnya muncul dalam indeks resmi.
Para ekonom memperkirakan inflasi inti akan melampaui sasaran bank sentral dalam beberapa bulan ke depan seiring makin meluasnya pelimpahan biaya bahan baku. Gejala awalnya sudah terlihat lebih dahulu pada lonjakan inflasi di tingkat grosir.
Baca juga: Airlangga: Investasi Semester I 2026 Tumbuh 7,2 Persen
“Inflasi konsumen inti kemungkinan akan kembali berakselerasi mengingat ketegangan baru di Timur Tengah, yang akan mendorong naik harga minyak mentah dan menambah tekanan harga dari yen yang lemah,” kata ekonom senior Sompo Institute Plus, Masato Koike. Ia memperkirakan Bank of Japan menaikkan suku bunga pada September.
Rapat 17-18 September Jadi Penentu
Data Juli itu akan menjadi salah satu bahan pertimbangan Bank of Japan dalam rapat kebijakan yang dijadwalkan pada 17 dan 18 September 2026. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,25 persen dari posisi 1 persen saat ini.
Bank of Japan menaikkan suku bunga ke 1 persen pada Juni 2026, level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Pada rapat Juli 2026, kebijakan moneter dipertahankan, tetapi bank sentral mengeluarkan peringatan paling keras yang pernah disampaikannya mengenai risiko inflasi yang menumpuk.
Reuters melaporkan, berdasarkan keterangan sejumlah sumber, Bank of Japan bersiap menaikkan suku bunga paling cepat pada September dan sedang mempertimbangkan langkah yang lebih agresif setelah itu, melampaui laju sekarang yang berkisar dua kali kenaikan dalam setahun.
Arah kebijakan Bank of Japan menjadi perhatian pasar Asia karena pergerakan yen ikut menentukan aliran modal di kawasan. Pada perdagangan Jumat pagi, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo berada di 65.281,82 atau melemah 1,41 persen.





![Presiden Rusia Vladimir Putin mencicipi produk saat mengunjungi kompleks pengolahan ikan di Pulau Iturup, Kepulauan Kuril. [Foto: AP]](https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-mengunjungi-kompleks-pengolahan-ikan-di-Pulau-Iturup-Kepulauan-Kuril.webp?resize=200%2C150&ssl=1)










