Inflasi Inggris Naik ke 2,9 Persen Dipicu Lonjakan Gas

Ilustrasi konsumen berbelanja kebutuhan pokok di ritel modern

Ilustrasi konsumen berbelanja kebutuhan pokok di ritel modern. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Laju inflasi tahunan Inggris naik menjadi 2,9 persen pada Juli 2026, dari 2,6 persen pada Juni 2026. Angka itu tercantum dalam buletin inflasi harga konsumen yang dirilis Office for National Statistics (ONS) melalui ons.gov.uk pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Secara bulanan, indeks harga konsumen atau CPI Inggris naik 0,3 persen pada Juli 2026. Kenaikan bulanan pada periode yang sama tahun sebelumnya, Juli 2025, hanya 0,1 persen. Ukuran yang lebih luas, CPIH yang turut memperhitungkan biaya perumahan yang ditanggung pemilik rumah, tercatat 3,1 persen pada Juli 2026, naik dari 2,8 persen sebulan sebelumnya. Indeks harga eceran atau RPI berada di 3,2 persen, dari 3,0 persen pada Juni 2026.

Baca juga: Inflasi Iran Tembus 88 Persen, Harga Pangan Naik 128 Persen

Tagihan Energi Jadi Pendorong Utama

ONS menyebut kelompok perumahan dan jasa rumah tangga, khususnya gas dan listrik, sebagai penyumbang kenaikan terbesar terhadap perubahan inflasi bulanan. Batas atas tarif energi rumah tangga di Inggris naik 13 persen pada 1 Juli 2026, menambah sekitar 221 pound sterling pada tagihan tahunan rumah tangga tipikal sehingga menjadi 1.862 pound sterling.

Deputi Direktur Harga ONS, Mike Hardie, menjelaskan sumber tekanan harga tersebut. “Inflasi naik pada Juli, didorong kenaikan tajam harga gas menyusul perubahan batas atas tarif energi bulan ini. Ini adalah kenaikan harga gas terbesar dalam hampir empat tahun,” kata Hardie. Ia menambahkan bahwa pola diskon musiman ikut berperan. “Harga furnitur, yang turun lebih sedikit dibanding kebiasaan pada periode tersebut, menambah tekanan kenaikan pada inflasi,” ujarnya, seraya menyebut pakaian tidak didiskon sedalam biasanya.

Kelompok transportasi menjadi penyeimbang terbesar ke arah sebaliknya, memberi kontribusi penurunan terbesar terhadap perubahan inflasi bulanan Juli 2026.

Inflasi Inti Bertahan, Harga Pangan Melandai

Baca juga: Rusia Ancam Inggris soal Drone, Burnham Bela Ukraina

Inflasi inti CPI, yang mengeluarkan energi, pangan, alkohol, dan tembakau dari perhitungan, bertahan di 2,6 persen pada Juli 2026, sama seperti Juni 2026. Inflasi inti CPIH tercatat 2,9 persen. Harga jasa naik 3,4 persen secara tahunan, turun dari 3,6 persen pada Juni 2026, sementara harga barang naik 2,2 persen.

Harga makanan dan minuman nonalkohol naik 1,3 persen secara tahunan pada Juli 2026, melandai dari 1,7 persen pada Juni 2026. Di tingkat pabrik, inflasi harga keluaran produsen tercatat 3,1 persen, turun dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya.

Respons Pemerintah dan Perkiraan Bank Sentral

Menteri Keuangan Inggris, John Healey, mengaitkan tekanan harga itu dengan gejolak energi global. “Inflasi akibat perang Iran terus memengaruhi harga-harga di dalam negeri, tetapi ekonomi Britania tangguh. Kami telah memangkas pajak pertambahan nilai untuk tagihan listrik dan membatasi ongkos bus pada 2 pound sterling — untuk memberi ruang bernapas bagi mereka yang tertekan,” kata Healey.

Baca juga: Rusia: Inggris Harus Ambil Langkah Pertama Pulihkan Kontak Militer

Realisasi 2,9 persen itu sedikit di atas perkiraan Bank of England yang memproyeksikan inflasi Juli 2026 sebesar 2,8 persen. Bank sentral Inggris memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya pada 3,2 persen dalam sisa tahun 2026.

Kepala Ekonom KPMG Inggris, Yael Selfin, menilai angka Juli belum cukup mengubah arah kebijakan moneter. “Juli menandai awal kenaikan inflasi yang bertahap, tetapi kecil kemungkinan mendorong Bank of England mengambil tindakan,” kata Selfin.

Latar kenaikan tagihan energi Inggris tidak lepas dari pasar energi dunia. Harga minyak mentah bertahan di atas 90 dolar Amerika Serikat per barel setelah gangguan di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Batas atas tarif energi berikutnya dijadwalkan berlaku pada Oktober 2026.

Baca Juga

Ilustrasi dokumen dan penghitungan pajak
Gempa NTT, Layanan Pajak Ende Pindah ke Halaman Rumah Arsip
Ilustrasi minyak atsiri
Ekspor Minyak Atsiri RI USD 348,7 Juta, Nilam Jadi Andalan
Airlangga Hartarto di Industrial Summit dan ICMEM 2026
Airlangga: Investasi Semester I 2026 Tumbuh 7,2 Persen
Donald Trump dan Mark Carney
AS Tunda Tarif 50 Persen atas Kanada Selama Tiga Hari
Gedung Capitol California di Sacramento
Miliarder California Rogoh US$40 Juta Tolak Pajak Kekayaan
Ilustrasi pesawat perintis di landasan
Kadin Papua Tengah Dukung Subsidi Penerbangan Pedalaman