AS Tunda Tarif 50 Persen atas Kanada Selama Tiga Hari

Donald Trump dan Mark Carney

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela pertemuan G7. [Foto: AP]

Cekricek.id — Pemerintah Amerika Serikat menangguhkan pemberlakuan bea masuk tambahan 50 persen atas sejumlah produk Kanada selama tiga hari, hanya beberapa jam sebelum bea itu semestinya mulai berlaku pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dikutip dari whitehouse.gov, proklamasi penangguhan tersebut ditandatangani Presiden Donald Trump pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Penangguhan itu menggeser tanggal berlakunya bea menjadi pukul 12.01 waktu bagian timur Amerika Serikat pada Sabtu, 22 Agustus 2026. “Saya menetapkan bahwa dalam keadaan ini, kepentingan publik menuntut penangguhan selama 3 hari atas bea ad valorem tambahan yang dikenakan dalam Proklamasi 11046, 11047, dan 11048,” tulis Trump dalam proklamasi tersebut. Dasar pertimbangannya, sejumlah pejabat senior di lingkungan eksekutif melaporkan adanya komitmen Kanada untuk menghapus praktik yang dinilai diskriminatif terhadap perdagangan Amerika Serikat.

Baca juga: Kolombia Minta Trump Tunda Tarif Usai Gempa Tewaskan 294

Tiga Proklamasi dan Dasar Hukum yang Dipakai

Ketiga proklamasi yang ditangguhkan menyasar kelompok barang yang berbeda, yakni minuman beralkohol melalui Proklamasi 11046, produk susu melalui Proklamasi 11047, dan kendaraan bermotor melalui Proklamasi 11048. Ketiganya diterbitkan pada Juli 2026 dan dimuat dalam Federal Register pada 23 Juli 2026. Dasar hukum yang dipakai adalah Section 338 Undang-Undang Tarif 1930 dan Section 604 Undang-Undang Perdagangan 1974, ketentuan lama yang memberi wewenang kepada presiden untuk mengenakan bea terhadap negara yang dianggap mendiskriminasi perdagangan Amerika Serikat.

Al Jazeera melaporkan bea 50 persen itu menyentuh barang senilai sekitar US$20,2 miliar per tahun, mencakup elektronik, mesin industri, mebel, produk susu, dan anggur. Sekitar 85 persen perdagangan kedua negara sejauh ini masih bebas tarif di bawah Perjanjian Amerika Serikat–Meksiko–Kanada atau USMCA, sementara sekitar 70 persen ekspor Kanada tertuju ke pasar Amerika Serikat.

Ottawa Menyebut Perundingan Intens dan Sensitif

Menjelang tenggat, Perdana Menteri Kanada Mark Carney berbicara melalui sambungan telepon dengan Trump pada Senin, 17 Agustus 2026. Kepada wartawan pada hari yang sama, Carney menolak merinci isi pembicaraan itu. “Kami sedang bernegosiasi. Negosiasinya sangat intens dan sensitif. Ini bukan waktunya membicarakan negosiasi di depan publik,” kata Carney seperti dilaporkan Al Jazeera.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Tupac Shakur Dimulai Setelah 30 Tahun

Carney menyatakan Kanada bernegosiasi dari “posisi yang kuat”, tetapi tidak memerinci langkah balasan yang disiapkan Ottawa jika perundingan gagal. “Saya punya rencana untuk setiap situasi yang mungkin muncul,” ujarnya. Sebelumnya pada Agustus 2026 ini, Carney bahkan menyebut perundingan dengan Washington sempat berlangsung “buruk”.

Salah satu simpul yang belum terurai berada di sektor kendaraan bermotor, yaitu cara menghitung kandungan komponen kendaraan. Pihak Amerika Serikat menghendaki hanya komponen buatan Amerika Serikat yang diperhitungkan sebagai pengurang bea, sedangkan Kanada menginginkan seluruh komponen Amerika Utara, termasuk buatan Kanada dan Meksiko, ikut dihitung.

Dunia Usaha Kanada Menghitung Cakupan Baru

Presiden sekaligus Kepala Eksekutif Kamar Dagang Kanada Candace Laing menilai cakupan bea kali ini jauh lebih luas daripada gelombang tarif sebelumnya. “Ada barang senilai miliaran dolar per tahun yang sebelumnya tidak terdampak, tetapi kini berisiko terdampak secara signifikan,” katanya.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Presiden Mahkamah Pidana Internasional

Dosen sekaligus pakar perdagangan di McGill University, Montreal, Julian Karaguesian, memperkirakan dampaknya menyebar jauh melampaui perusahaan besar. “Tarif terbaru ini, jika diterapkan, akan memukul usaha kecil, menengah, dan besar, serta pekerja mandiri di seluruh penjuru negeri, dari penanam umbi bunga dan peternak lebah, pembuat perlengkapan hoki, industri semen, sampai produk susu dan anggur,” katanya. Menurut dia, “Tarif 50 persen akan secara efektif menyingkirkan ratusan barang Kanada dari pasar Amerika Serikat.”

Guru besar madya di Carleton University, Ottawa, Ian Lee, menyoroti sisi non-ekonomi dari perselisihan ini. “Banyak pihak melihat sengketa ini berakar pada emosi soal ketidakadilan dan rasa tidak dihormati,” katanya. Perekonomian Amerika Serikat sendiri berukuran sekitar 13 kali lebih besar daripada perekonomian Kanada.

Penangguhan tiga hari itu tidak mencabut ketiga proklamasi. Bea 50 persen tetap tercantum di dalamnya dan akan berlaku pada Sabtu, 22 Agustus 2026 apabila tidak ada keputusan baru dari Gedung Putih.

Baca Juga

ZZ Top bersama Frank Beard
Frank Beard, Penabuh Drum ZZ Top, Meninggal di Usia 77
Program The View milik ABC
ABC Gugat FCC, Tuding Kampanye Balas Dendam Pemerintah
Gedung Capitol California di Sacramento
Miliarder California Rogoh US$40 Juta Tolak Pajak Kekayaan
Ilustrasi pesawat perintis di landasan
Kadin Papua Tengah Dukung Subsidi Penerbangan Pedalaman
Upacara HUT ke-81 RI di OJK
OJK Dapat Tiga Amanah Presiden: Bursa Mineral hingga Karbon
Gerai Home Depot
Penjualan Home Depot Naik 5,7 Persen di Kuartal Kedua