Cekricek.id — Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kesepakatan riset bersama Australian Catholic University (ACU) untuk membangun Human Flourishing Center, pusat kajian yang menghubungkan riset, inovasi, dan kebijakan publik dengan pendekatan berbasis nilai kemanusiaan, termasuk dalam pengembangan kecerdasan buatan. Kesepakatan itu dibahas lewat dua forum, UGM–ACU Human Flourishing Dialogue dan Indonesia–Australia AI Roundtable, yang digelar di Balai Senat UGM, Kamis (20/08/2026), menurut keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Jumat (21/08/2026).
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. menegaskan pengembangan AI mesti tetap berpijak pada kepentingan manusia. “AI yang berpusat pada manusia harus berfungsi untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantikan penilaian manusia dan bukan pula mengurangi tanggung jawab manusia,” kata Ova.
Baca juga Riset Mahasiswa UNP Ukur Karbon Hutan Nagari Sijunjung
Tidak ada model tunggal kesejahteraan manusia
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menambahkan bahwa teknologi semestinya memudahkan, bukan menyaingi, kehidupan manusia. “AI dan teknologi seharusnya membuat kehidupan manusia lebih mudah, bukan bersaing dengan atau menggantikan kemanusiaan,” ujar Danang. Ia menyebut kolaborasi ini membuka peluang menggabungkan keahlian akademik dengan tantangan sosial nyata, antara lain di bidang kesehatan mental serta pertanian cerdas dan digital.
Baca juga Riset Unand: Adaptasi Iklim Petani Sumbar dan Sulsel Beda
Wakil Rektor sekaligus Presiden ACU Prof. Zlatko Skrbis menyampaikan pandangan senada. “Tidak ada satu model global tentang human flourishing yang dapat begitu saja diterapkan. Setiap tradisi dan setiap tempat membawa pemahamannya sendiri,” kata Skrbis. Ia menambahkan bahwa persoalan inti dari integrasi teknologi bukan pada sisi teknisnya, melainkan pada sisi antropologisnya.
Baca juga Hanya Sembilan Riset Butir Pati di Indonesia Sepanjang 2011 hingga 2024
Menurut keterangan universitas, Human Flourishing Center dirancang untuk menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan kebijakan publik, sekaligus memastikan pengembangan AI tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Forum yang berlangsung di kampus UGM itu dihadiri kalangan akademisi, pejabat pemerintah, dan pelaku usaha dari Indonesia dan Australia.
















