Australia Dakwa WN Ganda atas Dugaan Mata-mata Rusia

Ilustrasi tentara Ukraina menyiapkan meriam artileri di wilayah Kherson, foto arsip Oktober 2024.

Ilustrasi tentara Ukraina menyiapkan meriam artileri di wilayah Kherson, foto arsip Oktober 2024. [Foto: AP Photo/Euronews]

Ilustrasi tentara Ukraina menyiapkan meriam artileri di wilayah Kherson, foto arsip Oktober 2024.
Ilustrasi tentara Ukraina menyiapkan meriam artileri di wilayah Kherson, foto arsip Oktober 2024. [Foto: AP Photo/Euronews]

Cekricek.id — Kepolisian Federal Australia mendakwa seorang pria berusia 27 tahun berkewarganegaraan ganda Australia-Rusia atas dugaan upaya membocorkan informasi intelijen militer Ukraina kepada Rusia, menurut laporan Al Jazeera, Jumat (21/08/2026).

Media itu melaporkan pria tersebut, yang identitasnya belum diungkap ke publik, dijadwalkan tampil di pengadilan Brisbane pada Jumat itu juga dengan dakwaan campur tangan asing. Menurut keterangan polisi, pria itu diduga bepergian ke Rusia untuk mengikuti pelatihan pada Oktober 2024, kemudian menjalin kontak dengan sejumlah orang yang ia yakini mewakili badan intelijen Rusia. Ia lantas bergabung dengan militer Ukraina pada Mei 2025 dan memperoleh akses terhadap informasi personel serta lokasi militer, yang kemudian diduga ia bagikan kepada pihak-pihak yang ia percaya bertindak atas nama dinas rahasia Rusia.

Baca juga Roblox Wajib Diaudit Independen demi Anak Australia

Komisioner Kepolisian Federal Australia, Krissy Barrett, menegaskan sikap tegas lembaganya terhadap kasus semacam ini. “Kami tidak ingin Australia menjadi tempat berlindung yang aman bagi orang-orang yang melakukan campur tangan asing atas nama negara lain,” kata Barrett.

Baca juga Australia Perketat Iklan Judi, Bandar Wajib Tandai Pecandu

Wakil Direktur Jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO), Claire McGuinness, menambahkan peringatan serupa. “Kasus ini harus menjadi peringatan bagi rezim-rezim yang melakukan campur tangan asing: kami tidak memberi toleransi sama sekali,” ujar McGuinness.

Baca juga Australia Vaksinasi 5.000 Penguin Kecil Lawan Flu Burung

Kasus ini menjadi salah satu dari sederet operasi penegakan hukum Australia terhadap dugaan aktivitas intelijen asing di dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir, di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat atas jaringan mata-mata Rusia yang mengincar informasi terkait perang di Ukraina.

Baca Juga

Kunjungan Dekan FIS UNP Afriva Khaidir ke QUT Australia.
UNP dan QUT Australia Perkuat Kerja Sama Riset
Puing bangunan dengan api yang masih menyala di lokasi serangan drone di Kryvyi Rih, Ukraina.
Serangan Drone Ganda Rusia Tewaskan 14 di Ukraina
Ilustrasi penggunaan kecerdasan buatan melalui laptop.
UGM Gandeng Kampus Australia Riset Etika AI
Drone serang jarak jauh FP-1 Ukraina diluncurkan
Rudal Rusia Hantam Kyiv, Lima Tewas Dini Hari Kamis
Seorang anak memainkan Roblox lewat telepon pintar
Roblox Wajib Diaudit Independen demi Anak Australia
Paus biru kerdil yang mati terdampar di perairan dangkal Teluk Carpentaria Australia
Paus Biru Kerdil 20 Meter Mati Terdampar di Teluk Carpentaria