
Cekricek.id — Serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di kota Kryvyi Rih, Ukraina tengah, pada Jumat waktu setempat dan menewaskan sedikitnya 14 orang serta melukai sekitar 120 warga lainnya, termasuk enam anak-anak, menurut laporan ABC News Australia, Sabtu (22/08/2026).
Media itu melaporkan serangan berlangsung dalam dua gelombang — taktik yang dikenal sebagai “double-tap” — dengan drone kedua menghantam lokasi yang sama sekitar 30 menit setelah serangan pertama, tepat ketika petugas penyelamat tiba untuk mengevakuasi korban. Kryvyi Rih merupakan kota industri di Ukraina tengah yang berjarak sekitar 60 kilometer dari garis depan pertempuran.
Baca juga Rusia Ancam Inggris soal Drone, Burnham Bela Ukraina
Korban Masih Bertambah
Gubernur regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, menyebut sejumlah korban masih dalam kondisi kritis. “Dua puluh satu orang dalam kondisi serius, termasuk satu anak,” kata Hanzha.
Baca juga Rusia Tembakkan 376 Rudal, Ukraina Kehabisan Pencegat
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangan tersebut lewat pernyataan resminya. “Serangan semacam ini tidak lain adalah aksi terorisme,” ujar Zelenskyy. Ia juga menyebut serangan itu “benar-benar sinis dan keji” karena diduga sengaja menyasar petugas layanan darurat yang datang menolong korban.
Baca juga Rudal Rusia Hantam Kyiv, Lima Tewas Dini Hari Kamis
Serangan di Kryvyi Rih terjadi hanya dua hari setelah rudal balistik Rusia menghantam ibu kota Kyiv pada 20 Agustus 2026 dan menewaskan 17 orang. PBB mencatat jumlah korban sipil sepanjang 2026 telah mencapai level tertinggi sejak bulan-bulan awal perang meletus.





![Presiden Rusia Vladimir Putin mencicipi produk saat mengunjungi kompleks pengolahan ikan di Pulau Iturup, Kepulauan Kuril. [Foto: AP]](https://i0.wp.com/cekricek.id/wp-content/uploads/2026/08/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-mengunjungi-kompleks-pengolahan-ikan-di-Pulau-Iturup-Kepulauan-Kuril.webp?resize=200%2C150&ssl=1)










