Cekricek.id — Pos lintas batas Tabaky yang menghubungkan Ukraina dengan Moldova di wilayah Odesa rusak akibat serangan drone Rusia sepanjang malam, menurut keterangan Dinas Penjaga Perbatasan Negara Ukraina, Jumat (21/08/2026), seperti dilaporkan Euronews.
Lalu lintas melalui pos pemeriksaan itu dihentikan dan dialihkan ke titik penyeberangan lain. Dinas penjaga perbatasan menyampaikan pengumuman tersebut lewat kanal Telegram resminya serta menyatakan otoritas Moldova di Chisinau telah diberi tahu mengenai kerusakan yang terjadi.
Serangan itu berlangsung sehari setelah sebuah jet tempur F-16 Rumania menghancurkan drone laut bermuatan bahan peledak di zona ekonomi eksklusif negara tersebut, tidak jauh dari proyek gas lepas pantai terbesar di Eropa. Beberapa jam sebelumnya, drone lain memasuki wilayah udara Rumania yang merupakan anggota NATO, lalu jatuh di dekat perbatasan Ukraina.
F-16 Rumania Hancurkan Drone di Dekat Neptun Deep
Penjaga pantai Rumania mendeteksi drone laut itu beberapa ratus meter dari fasilitas pengeboran gas Neptun Deep, sekitar 80 mil laut sebelah timur Constanta. Kementerian Pertahanan Rumania menyebut drone tersebut dalam keadaan hanyut ketika pertama kali dilaporkan oleh sebuah kapal niaga pada Kamis pagi.
Menteri Pertahanan Rumania Radu Miruta menjelaskan keputusan menembak jatuh diambil setelah penilaian risiko. “Setelah dilakukan penilaian dan dalam koordinasi dengan Presiden Rumania, diambil keputusan untuk menghancurkan drone itu demi melindungi nyawa beberapa ratus orang yang bekerja di anjungan,” kata Miruta.
Baca juga Serangan Drone Ganda Rusia Tewaskan 14 di Ukraina
Dua jet tempur F-16 dikerahkan dan satu di antaranya melumpuhkan sasaran memakai meriam di badan pesawat. “Drone itu dihancurkan dengan aman. Drone tersebut membawa bahan peledak,” ujar Miruta. Ia menambahkan, lewat saluran komunikasi langsung dengan otoritas Ukraina, Bukares menerima konfirmasi resmi bahwa “drone itu bukan berasal dari Ukraina”. Ini merupakan kali pertama pesawat tempur Rumania menggunakan meriam untuk melumpuhkan drone laut.
Presiden Rumania Nicusor Dan menyalahkan Rusia atas insiden tersebut. “Saya mengecam keras meningkatnya insiden-insiden tidak bertanggung jawab oleh Federasi Rusia,” kata Dan, sebagaimana dilaporkan Balkan Insight. Ia menyebut operasi itu sebagai perlombaan melawan waktu yang menempatkan keselamatan pekerja anjungan sebagai prioritas paling utama.
Komisi Eropa Sebut Ini Perang Hibrida
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggambarkan rentetan insiden itu sebagai bagian dari kampanye ancaman yang terus meningkat terhadap Uni Eropa. “Ini adalah perang hibrida,” katanya. Von der Leyen menuduh pihak yang bertanggung jawab berupaya meresahkan warga Eropa sekaligus memecah belah blok beranggotakan 27 negara tersebut.
Baca juga Rusia Ancam Inggris soal Drone, Burnham Bela Ukraina
Eropa berada dalam kesiagaan tinggi setelah penerbangan drone ke wilayah udara NATO mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi itu mendorong para pemimpin Eropa menyepakati pembangunan “tembok drone” di sepanjang perbatasan mereka, sebuah jaringan yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat drone yang melanggar wilayah udara Eropa.
Pada November lalu, pejabat militer NATO menyatakan sistem antidrone baru buatan Amerika Serikat telah digelar di sayap timur aliansi. Sebelumnya, menyusul pelanggaran wilayah udara Polandia, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengumumkan pembentukan program Eastern Sentry yang bertujuan mencegah penyusupan lanjutan dari Rusia.
Baca juga Rusia Tembakkan 376 Rudal, Ukraina Kehabisan Pencegat
Sejumlah pejabat Eropa menilai rangkaian insiden itu sebagai cara Moskwa menguji kecepatan respons NATO, sesuatu yang memunculkan pertanyaan mengenai seberapa siap aliansi menghadapi ancaman dari Rusia. Kremlin sendiri menampik tudingan bahwa Rusia berada di balik sebagian penerbangan drone tak dikenal di Eropa dan menyebut tuduhan itu tidak berdasar.
Proyek Gas Terbesar Eropa Jadi Titik Rawan
Neptun Deep merupakan proyek gas lepas pantai yang dikembangkan bersama oleh OMV Petrom dan Romgaz di perairan Laut Hitam. Proyek tersebut dijadwalkan mulai berproduksi pada 2027 dan diproyeksikan mengubah Rumania menjadi salah satu produsen gas terbesar di Uni Eropa. Insiden pekan ini tercatat sebagai kejadian kedua pada Agustus di sekitar lokasi proyek itu.
Tekanan terhadap wilayah udara negara-negara Eropa juga berlanjut di kawasan utara. Penjaga perbatasan Finlandia menyatakan sebuah pesawat yang diduga melakukan pengintaian untuk Rusia melanggar wilayah udara Finlandia di kawasan teluk sebelah barat pada Kamis.
Rusia dan Ukraina sama-sama meningkatkan serangan dalam beberapa pekan terakhir, dengan infrastruktur energi menjadi salah satu sasaran utama kedua pihak. Negara-negara tetangga di kawasan Laut Hitam dan Eropa Timur kian mengkhawatirkan rembetan konflik itu ke wilayah mereka.
















