Utusan AS Sebut Serangan Israel di Suriah Pancing Turki

Utusan AS Sebut Serangan Israel di Suriah Pancing Turki

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, berbicara dalam sebuah forum diplomasi di Turki. [Foto: Riza Ozel/AP Photo]

Cekricek.id — Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut serangan udara Israel ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib berpotensi merupakan upaya memancing Turki ke dalam konfrontasi militer. Pernyataan itu langsung memicu bantahan keras dari Tel Aviv.

Ketegangan tersebut berlangsung ketika Israel kembali melancarkan serangan drone di wilayah Suriah. Menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (22/08/2026), sebuah drone Israel menghantam truk pengantar barang di jalan utama antara lahan pertanian Beit Jinn dan permukiman Beit Jinn, sekitar 55 kilometer dari Damaskus.

Seorang pria yang bekerja sebagai sopir pengantar barang mengalami luka pada tangan kanannya dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Warga sekitar membawa korban ke rumah sakit setelah mendengar ledakan. Militer Israel mengonfirmasi serangan itu dan menyatakan sasarannya adalah seorang tokoh yang tengah menyiapkan serangan pada tahap akhir di Suriah selatan.

Utusan AS Menduga Ada Upaya Memancing Turki

Barrack, yang juga menjabat Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, sebelumnya menyebut serangan ke Abu al-Duhur pada Selasa (18/08/2026) sebagai eskalasi yang tidak perlu. Dalam wawancara yang dikutip The Times of Israel, Sabtu (22/08/2026), ia menawarkan dua kemungkinan penjelasan atas keputusan Israel tersebut.

“Satu teori menyebutkan mereka hanya sedang memancing Turki, dan itu konsep menjelang pemilu yang sangat agresif tetapi mungkin diterima baik,” kata Barrack.

Baca juga AS Kecam Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah

Ia menambahkan, teori kedua adalah adanya miskomunikasi antara militer Israel, badan intelijen Mossad, dan Kantor Perdana Menteri Israel. Barrack juga menegaskan Washington tidak menerima pemberitahuan apa pun dari Israel sebelum serangan itu dilancarkan.

Utusan AS itu turut menyinggung status Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel sejak 1967. “Di Golan, dengan Suriah, mereka masih menduduki Golan, bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB, bertentangan dengan seluruh tatanan internasional,” ujar Barrack.

Israel Membantah dan Balik Menuding

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membantah keras tudingan itu. Menurut laporan The Jerusalem Post, Sabtu (22/08/2026), Katz menilai pernyataan sang utusan justru bertabrakan dengan garis kebijakan Gedung Putih.

“Tanggapan utusan AS Barrack penuh dengan ketidakakuratan dan sikap yang bertentangan dengan posisi Trump sendiri mengenai Dataran Tinggi Golan,” tegas Katz.

Baca juga Eropa dan Kanada Kecam Rencana Permukiman Israel

Katz menjelaskan militer Israel berulang kali merekomendasikan serangan tersebut berdasarkan intelijen mengenai rencana Turki menempatkan pasukan di pangkalan itu. Setelah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para petinggi militer, peringatan langsung disampaikan kepada pemerintah Suriah di tingkat tertinggi.

Ia menyebut intelijen yang sama juga diteruskan kepada pihak berwenang di Amerika Serikat. Karena Damaskus tidak merespons peringatan itu, Katz bersama Netanyahu kemudian memberi lampu hijau kepada militer Israel untuk melakukan pengeboman.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menegaskan sikap resmi negaranya soal kehadiran militer asing di Suriah. “Kami tidak akan menerima pendirian pangkalan-pangkalan Turki di Suriah,” tegas Sa’ar.

Damaskus dan Doha Layangkan Kecaman

Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri dan Perantauan Suriah, Sabtu (22/08/2026), serangan drone di Beit Jinn merupakan pelanggaran nyata atas kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Arab Suriah sekaligus pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

Baca juga Israel Buka Tender 1.234 Rumah di E1, Inggris Protes

Kementerian tersebut mendesak komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawab hukum dan politik mereka untuk menghentikan rangkaian serangan Israel. Damaskus menilai serangan berulang semacam itu meningkatkan ketegangan kawasan dan mengancam keselamatan warga sipil.

Qatar menyampaikan kecaman serupa. Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Qatar, Sabtu (22/08/2026), Doha memandang serangan tersebut sebagai agresi yang tidak dapat diterima, pelanggaran kedaulatan Suriah, sekaligus ancaman bagi keamanan negara itu.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani sebelumnya membantah adanya rencana pendirian pangkalan militer Turki di Abu al-Duhur. Ia menyatakan kunjungan sejumlah perwira Turki ke pangkalan itu hanya untuk pelatihan dan pertukaran keahlian. Ankara juga menyangkal tudingan Israel.

Israel telah melancarkan ratusan serangan ke wilayah Suriah sejak tumbangnya Bashar al-Assad pada Desember 2024, sekaligus mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang dijaga PBB di Dataran Tinggi Golan. Delapan serangan udara pada Selasa lalu menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan Abu al-Duhur tanpa menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyimak Presiden Donald Trump
Hakim AS Batalkan Larangan Visa Imigran 75 Negara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berdiri berdampingan dengan seorang pejabat militer
Pezeshkian: Saatnya Akhiri Perang Selagi Iran Kuat
Kapal kargo bersandar di kawasan industri baja yang terdampak sengketa tarif Amerika Serikat dan Kanada.
Kanada Balas Tarif 50 Persen AS, Negosiasi Disetop
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah acara kenegaraan.
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu
Ilustrasi bendera Palestina di lokasi insiden kekerasan pemukim di Abu Falah, Tepi Barat, foto arsip Maret 2026.
Eropa dan Kanada Kecam Rencana Permukiman Israel
Papan elektronik indeks saham di Bursa Efek Tokyo, Jepang
Bursa Asia Melemah Sepekan, Nikkei Anjlok 4,4 Persen