Cekricek.id — Gelandang Aleksandar Stankovic menyebut kepulangannya ke Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurut laporan Football Italia, Kamis (20/08/2026), yang mengutip wawancara Stankovic dengan Football 360 melalui TuttoMercatoWeb, pemain itu menganggap kembalinya ia ke Giuseppe Meazza sebagai alasan awal dirinya menekuni sepak bola.
Stankovic adalah putra Dejan Stankovic, legenda Inter yang membela klub tersebut selama hampir satu dekade. Ia kembali ke Milan pada musim panas ini setelah Inter mengaktifkan klausul beli kembali dari Club Brugge.
Baca juga: Akanji: John Stones Bakal Cepat Beradaptasi di Inter
Alasan awal bermain sepak bola
“Bagi saya itu sesuatu yang luar biasa. Alasan saya mulai bermain sepak bola adalah karena saya ingin bermain di sini. Jadi bagi saya itu emosi yang murni,” kata Stankovic. “Tidak peduli tempatnya, kalau menyangkut Inter, saya akan pergi ke mana saja.”
Ia juga menyinggung ikatan keluarganya dengan klub Nerazzurri. “Sejak saya kecil, benar-benar sejak saya lahir, mereka memakaikan jersey Inter kepada saya. Jadi bagi saya luar biasa rasanya melihat San Siro, Inter, para pendukungnya,” ujarnya.
“Sebab ketika Anda masih kecil, Anda tidak benar-benar sadar siapa ayah Anda, tetapi begitu Anda tumbuh besar, Anda mulai memahami siapa ayah Anda dan apa arti Inter bagi warga Milan dan orang-orang di seluruh dunia,” kata Stankovic. “Jadi sejauh menyangkut diri saya, saya sangat bahagia dan bangga terlahir sebagai pendukung Inter, dan saya akan selalu berterima kasih kepada ayah saya.”
Baca juga: Elkann: Ambisi Juventus Selalu Menang di Serie A dan Eropa
Dibentuk di Lucerne dan Club Brugge
Sebelum kembali, Stankovic menjalani dua periode peminjaman. Ia lebih dulu dikirim ke klub Swiss, Lucerne, lalu melanjutkan ke Club Brugge di Belgia. Dari klub Belgia itulah Inter menariknya pulang lewat klausul beli kembali yang mereka pegang.
“Sejujurnya, itu tidak mudah. Sangat sulit menerima kenyataan harus meninggalkan rumah, keluarga, klub yang Anda cintai, teman-teman, dan segalanya. Tetapi kemudian Anda paham bahwa itu semua karena Anda ingin kembali ke sini dan bermain untuk klub ini,” ucapnya.
Ia menilai periode di Belgia sebagai langkah paling tepat dalam kariernya. “Club Brugge, menurut saya, bagi pemain muda, sejujurnya adalah salah satu klub terbaik di dunia karena kesempatan yang mereka berikan untuk berkembang sungguh luar biasa. Saya pikir itu langkah terbaik yang bisa saya ambil dalam karier saya,” katanya.
Baca juga: Dalot Harap Leao Bertahan dan Terus Sukses di AC Milan
Bertemu lagi dengan Cristian Chivu
Di Inter, Stankovic kembali bekerja dengan Cristian Chivu. Pelatih asal Rumania itu pernah menanganinya di tim Primavera Inter tiga tahun lalu sebelum dipromosikan menjadi pelatih tim utama. Bersama Chivu, Inter menjuarai Coppa Italia seusai mengalahkan Lazio pada partai final di Stadio Olimpico, Roma, 13 Mei 2026.
“Chivu sudah mengenal saya sejak saya masih kecil. Kami menjalani dua musim yang hebat bersama dan sekarang kami kembali bersama. Saya rasa dia mengenal saya dengan sangat baik. Dia tahu gaya bermain saya, peran saya, dan segalanya,” kata Stankovic.
Ditanya soal target pribadinya musim ini, gelandang tersebut menjawab pendek. “Menang sebanyak mungkin bersama Inter,” ujarnya.
















