Diniyyah Putri

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa itu Diniyyah Putri?

Diniyyah Putri adalah Perguruan khusus Putri yang dirintis oleh Zainuddin Labay dan kemudian dilanjutkan oleh Rahmah El-Yunusiah.

Perguruan Diniyyah Putri pada awal berdirinya disebut Sekolah “Al-Madrasah Lil Banat” artinya sekolah khusus untuk anak perempuan.

Pada zaman Belanda perguruan ini dikenal juga dengan sebutan “Diniyyah School Putri”. Masyarakat Padang Panjang menyebutnya dengan “Sekolah Etek Amah” atau “Sekolah Menyesal”.

Penamaan ini berdasarkan rasa penyesalan tidak belajar pada masa lampau, sehingga tidak tahu tulis baca. Sekolah “Al-Madrasah Lil Banat” ini berdiri pada 1 November 1923 dengan jumlah murid putri 71 orang.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi sisa gerbang batu bekas istana Melayu di tepi jalan dikelilingi rumah baru
Istana Kesultanan Serdang Jadi Perumahan, Koordinatnya Meleset 10 Km
Ilustrasi tumpukan koran berbahasa Melayu ejaan lama era 1920-an di atas meja kayu
Ketika Haji Merah Menyerang Muhammadiyah dari Mimbar dan Koran
Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN