Basuki Resobowo

Basuki Resobowo adalah Pelukis Indonesia kelahiran 1916 di Palembang, Sumatra Selatan dan wafat pada 5 Januari 1999 di Amsterdam Belanda. Ayahnya, Prawiroatmojo asal Purworejo, hidup sebagai mantri ukur di kawasan transmigrasi dan perkebunan di Palembang dan Lampung.

Basuki Resobowo. [Foto: Instagram]

Siapa Basuki Resobowo?

Basuki Resobowo adalah Pelukis Indonesia kelahiran 1916 di Palembang, Sumatra Selatan dan wafat pada 5 Januari 1999 di Amsterdam Belanda. Ayahnya, Prawiroatmojo asal Purworejo, hidup sebagai mantri ukur di kawasan transmigrasi dan perkebunan di Palembang dan Lampung.

Ia kemudian hijrah ke Jakarta, Ia menempuh pendidian di ELS (Europesche Largere School). Tercatat sejak 1987 hingga akhir 1989, sudah berjilid-jilid buku ditulisnya dan diterbitkannya sendiri.

Judul bukunya tersebut antara lain Bercermin Di Muka Kaca, Riwayat Hidupku, Karmiatun (jilid 1 Januari 1988, jilid ke-6 Januari 1989) dan cerita bergambar Cut Nyak Din (jilid ke-1 dan ke-2).

Selain itu ia juga menerbitkan tulisan- tulisan berbentuk jurnal dan karikatur.

Ia juga ikut menyumbangkan esai tentang seni rupa ke beberapa majalah dan kemudian dibukukan dengan judul Seniman, Seni, dan Masyarakat (1994).

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda