Bongkahan Materi Gelap Mungkin Penyebab Bentuk Bima Sakti yang Membelok

Bongkahan Materi Gelap Mungkin Penyebab Bentuk Bima Sakti yang Membelok

Ilustrasi. [Canva]

Cekricek.id - Sebuah bongkahan materi gelap yang tak terlihat mungkin menjadi kunci misteri bentuk Bima Sakti yang membelok dan berkelok-kelok. Penelitian terbaru ini memberikan wawasan baru tentang evolusi galaksi kita sepanjang waktu.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Astronomy, menunjukkan bahwa "dark halo" yang miring dan tidak sejajar – bongkahan besar materi gelap yang melingkupi dan meresap galaksi kita – adalah satu-satunya penjelasan yang dapat menggambarkan bentuk Bima Sakti dengan tepat.

Meski tak perlu dikhawatirkan, temuan ini bisa memberikan informasi baru tentang perkembangan Bima Sakti dari waktu ke waktu.

Tim yang dipimpin oleh astrofisikawan Jiwon Jesse Han dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) menulis, "Kami menunjukkan bahwa dark halo yang miring ke arah yang sama dengan halo bintang dapat menyebabkan lengkungan dan semburan pada cakram Galaktik dengan amplitudo dan orientasi yang sama dengan data."

Mengamati bentuk galaksi tempat kita tinggal memang sulit. Namun, berkat teleskop luar angkasa Gaia yang memetakan posisi dan kecepatan bintang-bintang di Bima Sakti dengan presisi tinggi, para astronom dapat memetakan bentuk Bima Sakti dengan lebih detail.

Di pinggiran galaksi, para astronom menemukan bukti kuat adanya lengkungan dan semburan. Namun, belum jelas apa yang menyebabkannya. Salah satu penjelasan utama adalah interaksi dengan galaksi lain.

Namun, Han dan rekan-rekannya, astronom Charlie Conroy dan astrofisikawan Lars Henquist, keduanya juga dari CfA, menemukan bahwa halo bintang di sekitar galaksi juga miring. Hal ini menunjukkan bahwa dark halo Bima Sakti juga sangat miring.

Dengan melakukan simulasi dan pemodelan, mereka menciptakan model galaksi dengan dark halo yang miring 25 derajat terhadap cakram Bima Sakti. Mereka menemukan bahwa ketika bongkahan materi gelap miring, pinggiran galaksi memang membelok dan bersemu, persis seperti yang kita lihat dalam pengamatan Gaia.

Meski demikian, bukan berarti interaksi galaksi tidak terlibat. Tim tersebut mengatakan bahwa interaksi tersebut kemungkinan terjadi di masa lalu, bukan sedang berlangsung. Simulasi mereka menunjukkan bahwa benturan dengan galaksi lain dapat membuat dark halo miring secara signifikan.

Setelah kejadian tersebut, kemiringan dark halo perlahan kembali normal. Dalam simulasi, setelah benturan galaksi 7 miliar tahun lalu, dark halo Bima Sakti membutuhkan waktu sekitar 5 miliar tahun untuk berkurang dari 50 derajat menjadi 20 derajat.

Para peneliti menyatakan, "Hasil ini menunjukkan bahwa dark halo Bima Sakti kemungkinan lebih miring di masa lalu dan telah berkurang menjadi nilai saat ini (~25 derajat) di zaman sekarang."

Baca Juga

Ilustrasi galaksi Sombrero (M104) hasil citra Teleskop Antariksa Hubble.
IC 1101, Galaksi Terbesar yang Pernah Diukur
Ilustrasi model organ hati manusia.
Hormon Penekan Nafsu Makan Ternyata Lindungi Hati
Astronaut NASA dan ESA memperbaiki antena ISS
Adenot, Perempuan Prancis Pertama Berjalan di Antariksa
Planet Neptunus beserta cincinnya yang dipotret kamera inframerah dekat Teleskop Antariksa James Webb.
Bulan Kecil Neptunus Diduga Puing Dunia Es yang Hancur
Ilustrasi tabrakan galaksi purba yang ikut membentuk Bima Sakti miliaran tahun lalu.
Studi Baru: Galaksi Kraken Tabrak Bima Sakti 12 Miliar Tahun Lalu
Menara peluncuran roket menjelang senja
Bos NASA Yakin Artemis 3 Meluncur 2027, Uji Dua Pendarat Bulan di Orbit