Daryatmo

Daryatmo adalah tokoh militer Indonesia dan Ketua DPR/MPR periode 1978-1982 tersebut lahir di Solo, 18 Juni 1925 yang mengalawi karier di dunia militer. Pendidikan kemiliterannya di SSKAD dan melanjutkan pendidikan militer lanjutan di luar negeri pada US Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Amerika Serikat dan pedidikan Seskoad di Bandung.

Daryatmo. [Foto: Instagram]

Siapa Daryatmo?

Daryatmo adalah tokoh militer Indonesia dan Ketua DPR/MPR periode 1978-1982 tersebut lahir di Solo, 18 Juni 1925 yang mengalawi karier di dunia militer. Pendidikan kemiliterannya di SSKAD dan melanjutkan pendidikan militer lanjutan di luar negeri pada US Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Amerika Serikat dan pedidikan Seskoad di Bandung.

Berbagai jabatan militer pernah dipegangnya termasuk Komandan Kompi hingga menjadi Asisten VI Menpangan dan Deputi Khusus Menpangad pada 1965-1968 dan Kaskar Hankam pada 1969.

Karinya beralih pada karier politik dengan menjadi Ketua DPR/MPR menggantikan Adam Malik yang menjadi Wakil Presiden pada 1978.

Dengan diangkatnya menjadi Ketua DPR, ia merupakan ABRI pertama yang menjadi ketua DPR/MPR.

Masa jabatannya berakhir pada Oktober 1982, digantikan oleh Amir Muchtar. Pada 1980 ia juga pensiun dari ABRI dengan pangkat Jenderal Penuh.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda