Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Suarakan Pemanfaatan Perhutanan Sosial demi Petani

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Suarakan Pemanfaatan Perhutanan Sosial demi Petani

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Suarakan Pemanfaatan Perhutanan Sosial demi Petani. [Ist]

Optimasi Perhutanan Sosial di Sumatera Barat: Gubernur Mahyeldi mengatakan akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Cekricek.id, Padang - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, berambisi meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengoptimalkan Perhutanan Sosial yang dikelola langsung oleh komunitas. Ambisi ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2021-2026 yang harus dicapai sepenuhnya.

Dalam pembukaan Lokakarya Nasional bertajuk "Bahu Membahu dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam demi Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan", yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Sumbar dan Komunitas Konservasi Indonesia WARSI di Hotel Premiere Padang, Mahyeldi menekankan relevansi lokakarya tersebut dengan visi dan misi pemerintahan provinsi.

"Dengan Perhutanan Sosial, area hutan yang dikelola oleh masyarakat dapat diperluas, dan unit usaha berbasis kehutanan akan bertambah," kata Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan, ekspansi Perhutanan Sosial ini merupakan bentuk nyata dari upaya meningkatkan nilai tambah dan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, termasuk kehutanan.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan petani. "Pengelolaan sumber daya alam harus memenuhi kebutuhan manusia secara berkelanjutan. Penggunaan sumber daya alam yang bijaksana tentu akan bermanfaat bagi manusia dan lingkungan," ungkapnya.

Namun, Mahyeldi juga mengakui adanya praktik pengelolaan sumber daya alam yang kurang bijaksana, yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan manusia, seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan.

Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1,5 juta hektare kawasan hutan negara berada di bawah wewenang Pemprov Sumbar, dengan fungsi sebagai Hutan Lindung dan Hutan Produksi.

Menurut data BPS 2020, sekitar 81,97% wilayah Nagari di Sumbar berada di dalam atau di sekitar kawasan hutan. "Ini menunjukkan betapa pentingnya hutan bagi kehidupan masyarakat Sumbar," kata Mahyeldi.

Gubernur berharap program pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.

Ia juga berkeinginan agar muncul pusat ekonomi mikro berbasis komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu, seperti Madu, Kopi, dan Rotan, sehingga masyarakat di sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka sambil menjaga hutan.

Mahyeldi menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, BUMN/BUMD, sektor perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan LSM dalam upaya ini.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi, mengatakan lokakarya ini bertujuan memperkuat rekomendasi kebijakan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

"Kami berharap hasil lokakarya ini dapat mendukung kepastian wilayah hutan yang dikelola oleh masyarakat," pungkasnya.

Temukan berita Padang terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Baca Juga

Rapat koordinasi perpustakaan se-Sumatera Barat
Tingkat Kegemaran Membaca Sumbar 54,8, Perpusnas Ingatkan Daerah Tak Cepat Puas
Ilustrasi perajin membatik dengan canting
45 Pengrajin Pariaman Terima Paket Usaha Batik dan Rajut, Pemko Janjikan Pendampingan
Suasana perkemahan dengan tenda di alam terbuka
32 Pramuka Padang Panjang ke Jamnas XII, Kwarda Sumbar Usul Prestasi Jadi Jalur Kuliah
Deretan rumah di sebuah kompleks perumahan
Pemko Padang Gandeng BTN, KPR Aparatur hingga Pengelolaan Sampah Masuk Kesepakatan
Jalan tergenang air setelah hujan deras
Sepekan Setelah Banjir, Padang Kerjakan Drainase Nanggalo dan Bendung Batu Busuk
Saluran irigasi mengalirkan air ke lahan pertanian
Padang Bangun Bendung Baru di Lubuk Hantu, Ditargetkan Airi Tiga Daerah Irigasi