Ignatius Joseph Kasimo

Ignatius Joseph Kasimo adalah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia adalah salah satu pelopor pendirian Partai Katolik Indonesia.

Ignatius Joseph Kasimo. [Foto: Instagram]

Siapa Ignatius Joseph Kasimo?

Ignatius Joseph Kasimo adalah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia adalah salah satu pelopor pendirian Partai Katolik Indonesia.

Ia Mengawali karier politiknya sebagai anggota Volksraad. Pada tahun 1945, ia memimpin Partai Katholik Indonesia.

Dalam pemerintahan ia pernah menjabat sebagai Menteri Muda Kemakmuran, Menteri Persediaan Makanan Rakyat dan Menteri Perekonomian.

Di luar bidang politik, Kasimo mencurahkan perhatiannya pada bidang pertanian. Atas jasa dan pengorbanannya pada bangsa, pada 2011 dirinya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Ignatius Joseph Kasimo lahir di Yogyakarta 10 April 1900 dan merupakan anak kedua dari sebelas bersaudara.

Orangtuanya adalah Dalikem dan Ronosentika, seorang prajurit Keraton Yogyakarta, dan seorang tokoh yang memperjuangkan hak-hak anak jajahan. Setelah lulus dari Bumi Putra Gading, Kasimo masuk sekolah di Muntilan yang didirikan oleh Romo van Lith.

Kasimo saat itu tinggal di asrama kemudian tertarik untuk belajar agama Katolik. Pada hari raya Paskah April 1913 Kasimo dibaptis secara Katolik dan mendapat nama Ignatius Joseph.

Setelah dewasa, ia menjadi guru pertanian sekaligus mengajarkan agama di Tegal dan Surakarta. Ketika di Bogor, Kasimo bergabung dengan Tri Koro Darmo yang kemudian berganti menjadi Jong Java.

Selain itu, Kasimo pernah menjadi ketua perkumpulan siswa MLS, Ceres. Pada masa pergerakan nasional, Kasimo juga aktif berpolitik. Kasimo menjadi anggota Volksraad.

Selain itu, Kasimo juga pernah menjadi anggota Komisi Sentral Petisi Soetarjo. Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, Kasimo diangkat menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).

Ignatius Joseph Kasimo meninggal di Jakarta, 1 Agustus 1986.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan