Kemal Idris

Kemal Idris adalah salah satu pendukung Kelompok Petisi 50. Ia pernah menjabat sebagai Pangkostrad pada 1967. Letjen TNI (Purn) Ahmad Kemal Idris lahir di Singaraja, Bali, 10 Februari 1923.

Kemal Idris. [Foto: Istimewa]

Siapa Kemal Idris?

Kemal Idris adalah salah satu pendukung Kelompok Petisi 50. Ia pernah menjabat sebagai Pangkostrad pada 1967. Letjen TNI (Purn) Ahmad Kemal Idris lahir di Singaraja, Bali, 10 Februari 1923.

Karier militernya diawali dengan menjadi Seinendan pada zaman penjajahan Jepang. Lalu menjadi bagian dari Divisi Siliwangi dalam satuan militer Jawa Barat.

Kemal Idris dikenal juga lewat kejadian seorang perwira muda yang mengarahkan moncong meriam tanknya ke istana presiden, pada saat kelompok perwira Angkatan Darat berkonfrontasi dengan Presiden Sukarno. Karena kejadian tersebut muncul Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditujukan kepada Letnan Jenderal Soeharto.

Surat itulah yang membuat Soeharto langsung membubarkan PKI dan seluruh organisasi “mantel”nya.

Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto pun Kemal Idris bersama Kelompok Petisi 50-nya “mengarahkan moncong meriamnya” kepada presiden Soeharto.

Rabu, 28 Juli 2010 pukul 03.30 dini hari, Letnan Jenderal Purnawirawan Kemal Idris meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Kepergian Letnan Jenderal Kemal Idris ini menjadi kepergian terakhir yang melengkapi kepergian tiga jenderal idealis perjuangan 1966.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda