- Arsenal menang 1-0 di Anfield lewat gol Kai Havertz, kemenangan liga pertama di sana dalam 14 tahun.
- Kaus Alexander Isak ditarik Jurrien Timber, tetapi penalti tidak diberikan.
- Andoni Iraola menyebut pemainnya kelak harus menjatuhkan diri agar mendapat penalti.
Cekricek.id — Pelatih Liverpool Andoni Iraola mengaku akan meminta pemainnya menjatuhkan diri di kotak penalti setelah timnya tidak mendapat penalti saat kalah 0-1 dari Arsenal di Anfield, Minggu (1/11/2026). Hasil itu menjadi kemenangan liga pertama Arsenal di Anfield dalam 14 tahun.
Demikian laporan BBC Sport. Saat Liverpool tertinggal lewat gol Kai Havertz di babak pertama, kaus Alexander Isak ditarik Jurrien Timber ketika hendak menyundul umpan silang Bradley Barcola. Isak tetap berdiri, wasit Andy Madley tidak menunjuk titik putih, dan VAR Stuart Attwell menilai tarikan itu tidak cukup untuk mengubah keputusan.
“Ada tarikan kaus yang jelas,” kata Iraola kepada Match of the Day. “Kalau dia jatuh ke lantai, mereka 100 persen memberi penalti. Seharusnya seperti ini, tetapi memang begitulah adanya. Lain kali, para pelatih harus menyuruh Alex jatuh ke lantai, kalau tidak mereka tidak akan memberikannya.”
“Jawabannya, Anda harus diving. Kalau tidak diving, mereka tidak akan memberikannya,” tambah Iraola. Kapten Liverpool Virgil van Dijk punya pandangan lain soal Isak yang tidak memprotes. “Kami punya 50 kamera. Kenapa dia harus protes kalau ada begitu banyak kamera. Semua orang sudah melihatnya,” ujarnya.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta bangga atas kemenangan yang datang empat hari setelah timnya disingkirkan Fleetwood Town di Piala Liga. “Sangat bangga. Sudah 14 tahun, itu waktu yang lama,” kata Arteta. Arsenal kini unggul tiga poin di puncak klasemen dengan 24 poin dari sembilan laga.
Baca juga: Fleetwood Singkirkan Arsenal, Kejutan Besar di Piala Liga Inggris
Baca juga: Dowman Dikartu Merah, Arteta Dikritik Usai Arsenal Tersingkir
Baca juga: Liverpool Singkirkan Chelsea di Adu Penalti, Gomez Jadi Penentu















