Anak Kecil Australia yang Lama Pegang Gawai Tidur Lebih Larut

A A

Ilustrasi tangan memegang dan menyentuh layar tablet di ruangan gelap bercahaya biru [Foto: Pexels]

  • Dalam survei ini, hanya 27,6 persen anak usia tiga tahun yang memakai layar kurang dari satu jam per hari.
  • Pada usia tiga tahun, tiap tambahan satu jam gawai genggam berkaitan dengan tidur malam sekitar 10 menit lebih pendek.
  • Pemakaian gawai genggam di kamar tidur naik dari 3,8 persen pada bayi menjadi 39,5 persen pada usia lima tahun.
  • Anak usia satu tahun mencatat kepatuhan tertinggi terhadap anjuran tanpa layar, yakni 59,4 persen.
Daftar Isi
  1. Enam Bulan sampai Setahun: Layar Genggam Masih Jarang
  2. Usia Dua Tahun: Jam Tidur Mulai Bergeser
  3. Usia Tiga Tahun: Kepatuhan Paling Rendah
  4. Usia Empat Tahun: Pola yang Berbalik
  5. Usia Lima Tahun: Hampir Empat dari Sepuluh di Kamar
  6. Sesudah Gelombang Pertama

Pengumpulan data dimulai pada 23 Oktober 2023. Sampai 30 April 2024, para pengasuh dari seluruh Australia mengisi survei daring sekitar 30 menit tentang anak mereka. Pertanyaannya mencakup jam tidur, tidur siang, dan layar apa saja yang dipakai anak setiap hari.

Hasilnya ditulis Cassandra L. Pattinson dan rekan dari Child Health Research Centre, The University of Queensland, bersama peneliti beberapa kampus Australia lain. Laporan berjudul Screen use and sleep in early childhood: a national survey of Australian families itu terbit di jurnal BMC Public Health volume 26 tahun 2026.

Data itu berasal dari tahun pertama studi Australian Children of the Digital Age (ACODA), yang dirancang berjalan empat tahun. Sampel akhirnya 3.324 anak berusia enam bulan sampai enam tahun. Sebanyak 90,6 persen pengisi survei adalah ibu.

Ukuran yang dipakai adalah pedoman nasional Australia. Anak di bawah dua tahun dianjurkan tanpa layar sama sekali, sedangkan anak dua sampai lima tahun kurang dari satu jam per hari. Pattinson dan rekan juga memisahkan dua jenis perangkat: gawai genggam seperti ponsel dan tablet, serta perangkat statis seperti TV, komputer, dan konsol gim.

Enam Bulan sampai Setahun: Layar Genggam Masih Jarang

Pada usia enam sampai dua belas bulan, gawai genggam hampir belum hadir. Sebanyak 81,5 persen orang tua bayi menyebut anaknya tidak memakai gawai genggam sama sekali dalam sepekan sebelumnya. Rerata pemakaian perangkat statis 0,41 jam per hari. Hanya 41,4 persen bayi yang memenuhi anjuran tanpa layar. Di kamar tidur, 3,8 persen bayi memakai gawai genggam dan 2,2 persen memakai perangkat statis. Rerata tidur malam mereka 11,02 jam, dengan jam tidur pukul 19.50.

Pada kelompok ini, total layar dan layar malam tidak berhubungan bermakna dengan tidur malam, jam tidur, tidur siang, maupun masalah tidur. Para peneliti menulis bahwa pemakaian layar mungkin kurang dilaporkan pada usia ini. Paparan pasif lewat pengasuh disebut kian meningkat.

Setahun kemudian, gambarannya berbeda. Anak usia satu tahun mencatat kepatuhan tertinggi, 59,4 persen tanpa layar. Rerata pemakaian gawai genggam mereka 0,21 jam per hari, dan 61,2 persen tidak memakainya sama sekali.

Meski begitu, hubungan dengan tidur mulai tampak pada usia satu tahun. Tiap tambahan jam layar statis berkaitan dengan tidur siang 4,32 menit lebih singkat. Untuk gawai genggam, selisihnya 6,75 menit. Gawai genggam yang lebih banyak juga menjadi prediktor masalah tidur yang lebih tinggi menurut orang tua pada usia satu tahun. Anak yang sering memakai layar dalam dua jam sebelum tidur pun dinilai lebih bermasalah tidurnya dibanding yang tidak pernah atau hampir tidak pernah. Tidur malam usia ini tidak berhubungan dengan perangkat statis.

Baca juga Layar Sebelum Usia Dua Tahun Terkait Skor Kembang Rendah

Usia Dua Tahun: Jam Tidur Mulai Bergeser

Anak tiga tahun paling jarang memenuhi anjuran layar6-12 bulan 41,4%; 1 tahun 59,4%; 2 tahun 35,4%; 3 tahun 27,6%; 4 tahun 41,6%; 5 tahun 44,3%.Anak tiga tahun paling jarang memenuhianjuran layarPersen anak yang memenuhi anjuran layar nasionalAustralia, menurut kelompok usia0%20%40%60%80%100%6-12 bulan41,4%1 tahun59,4%2 tahun35,4%3 tahun27,6%4 tahun41,6%5 tahun44,3%Anjuran: tanpa layar di bawah 2 tahun, kurang dari 1 jam per hari untuk2-5 tahun
Sumber: Cassandra L. Pattinson dan rekan, Screen use and sleep in early childhood: a national survey of Australian families, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Memasuki usia dua tahun, anjuran berganti menjadi kurang dari satu jam per hari. Kepatuhan justru turun, hanya 35,4 persen. Rerata pemakaian perangkat statis naik menjadi 1,44 jam per hari dan gawai genggam 0,47 jam.

Anak yang sama sekali tidak memegang gawai genggam tinggal 43,2 persen. Di kamar tidur, pemakaian gawai genggam mencapai 17,2 persen, sedangkan perangkat statis 3,6 persen. Rerata jam tidur malam bergeser ke pukul 19.59.

Pada usia ini, hanya gawai genggam yang berhubungan dengan tidur siang lebih singkat, yakni 7,06 menit per jam pemakaian. Rerata tidur siang anak dua tahun tercatat 1,38 jam, turun dari 1,92 jam pada usia satu tahun.

Angka lain datang dari bagian pembahasan. Setiap jam gawai genggam pada anak dua tahun berkaitan dengan jam tidur hampir 30 menit lebih larut. Pattinson dan rekan memberi catatan khusus. “Ini efek yang besar dan mengkhawatirkan, karena kehilangan tidur 30 menit setara dengan tingkat jetlag sosial pada remaja dan anak sekolah,” tulis mereka dalam terjemahan dari bahasa Inggris. Para peneliti menambahkan bahwa temuan itu masih perlu dikonfirmasi lewat analisis longitudinal.

Usia Tiga Tahun: Kepatuhan Paling Rendah

Pada usia tiga tahun, kepatuhan mencapai titik terendah. Hanya 27,6 persen anak yang memakai layar kurang dari satu jam per hari. Rerata pemakaian perangkat statis 1,52 jam dan gawai genggam 0,7 jam per hari.

Efek jenis perangkat terhadap lama tidur malam paling besar di kelompok ini. Tiap tambahan satu jam gawai genggam berkaitan dengan tidur malam sekitar 10 menit lebih pendek. Jam tidurnya 23 menit lebih larut. Model untuk usia tiga tahun menjelaskan 14 persen variasi lama tidur malam. Rerata tidur malam anak tiga tahun 10,40 jam, dengan jam tidur pukul 20.06.

Gangguan tidur juga tercatat. Gawai genggam yang lebih banyak menjadi prediktor gangguan tidur pada usia tiga tahun, sedangkan perangkat statis tidak bermakna. Hanya pada usia tiga tahun, hambatan di siang hari berkaitan dengan gawai genggam yang lebih banyak. Hambatan itu juga berkaitan dengan seringnya layar dalam dua jam sebelum tidur. Tidur siang tidak lagi berhubungan bermakna dengan jenis perangkat mulai usia ini.

Baca juga Makin Lama Menonton Video Pendek, Anak Thailand Makin Sulit Fokus

Usia Empat Tahun: Pola yang Berbalik

Pada usia empat tahun, kepatuhan naik lagi menjadi 41,6 persen. Rerata gawai genggam mencapai 1,03 jam per hari, tertinggi di antara semua kelompok usia. Anak yang tidak memakai gawai genggam tinggal 28,3 persen.

Gambarannya berbeda dari usia tiga tahun. Lama tidur malam anak empat tahun tidak berhubungan dengan gawai genggam. Menurut pembahasan para peneliti, perangkat statis dan lama tidur siang menjadi satu-satunya faktor bermakna.

Hal yang sama tampak pada gangguan tidur. Perangkat statis menjadi satu-satunya prediktor bermakna gangguan tidur pada usia empat tahun. Layar malam tetap berperan. Anak tiga dan empat tahun yang sering memakai layar dalam dua jam sebelum tidur mencatat gangguan tidur lebih tinggi dibanding yang tidak pernah atau hampir tidak pernah.

Para peneliti belum bisa memastikan penyebab perbedaan di usia empat tahun. Mereka menyebut kemungkinan waktu pemakaian, konten yang ditonton, atau pengaruh lingkungan dan sosial lain sebagai hal yang masih harus ditentukan.

Usia Lima Tahun: Hampir Empat dari Sepuluh di Kamar

Gawai genggam makin sering dipakai di kamar tidur6-12 bln 3,8%; 1 th 11,2%; 2 th 17,2%; 3 th 23,9%; 4 th 34,2%; 5 th 39,5%.Gawai genggam makin sering dipakai dikamar tidurPersen anak yang memakai ponsel, tablet, gim genggam, ataumainan berinternet di kamar tidur, menurut usia0%10%20%30%40%50%3,8%6-12 bln11,2%1 th17,2%2 th23,9%3 th34,2%4 th39,5%5 thPerangkat statis (TV, komputer, konsol) di kamar: 1,6 sampai 8,0persen di tiap kelompok usia
Sumber: Cassandra L. Pattinson dan rekan, Screen use and sleep in early childhood: a national survey of Australian families, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Pada usia lima tahun, 39,5 persen anak memakai gawai genggam di kamar tidur. Angka itu naik terus dari 3,8 persen pada bayi. Pemakaian perangkat statis di kamar tetap rendah, 6,9 persen.

Kepatuhan usia ini 44,3 persen. Rerata perangkat statis 1,76 jam dan gawai genggam 0,94 jam per hari. Tidur siang tinggal 0,14 jam.

Beberapa hubungan melemah di kelompok ini. Model jenis perangkat terhadap jam tidur dan model layar malam terhadap tidur malam tidak mencapai kemaknaan statistik, dengan p sebesar 0,06. Model gangguan tidur dan hambatan siang hari juga tidak bermakna.

Para peneliti membandingkan angka kepatuhan itu dengan meta-analisis 95 sampel dari 89.163 anak. Di sana, hanya 24,7 persen anak di bawah dua tahun memenuhi anjuran tanpa layar. Pada anak dua sampai lima tahun, angkanya 35,6 persen. Menurut Pattinson dan rekan, tingginya kepatuhan anak satu tahun di Australia berbeda dengan tren global itu. Sementara itu, anak dua sampai lima tahun mencerminkan tren global.

Baca juga Jam Makan Anak Mundur Saat Libur Sekolah, Lebih Sering Terlewat

Sesudah Gelombang Pertama

Para peneliti menyebut tiga jalur yang mungkin. Layar bisa menaikkan rangsangan, menggeser waktu tidur atau rutinitas sebelum tidur, dan menekan melatonin lewat cahaya. Hasil mereka konsisten dengan jalur-jalur itu, tetapi tidak bisa membedakannya.

Hubungannya juga mungkin dua arah. Anak yang terjaga lebih lama punya lebih banyak kesempatan memakai layar. Temperamen anak, perilaku pengasuhan, atau konflik keluarga juga bisa mendasari keduanya.

Keterbatasannya ditulis jelas. Data ini potong lintang dan tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan sebab-akibat. Keluarga berpendidikan dan berpenghasilan tinggi terlalu banyak terwakili, sehingga sampelnya tidak mewakili penduduk Australia.

Semua data berasal dari laporan orang tua, dengan kemungkinan galat pada perkiraan layar maupun tidur. Jenis konten yang ditonton anak juga tidak diteliti. Para peneliti menyarankan studi berikutnya memakai alat ukur objektif.

Dari temuan kamar tidur, mereka menunjuk satu sasaran. “Panduan terarah untuk membatasi pemakaian layar genggam di kamar tidur memberi orang tua tujuan perubahan perilaku yang lebih spesifik dan lebih mungkin dicapai daripada saran umum untuk mengurangi waktu layar,” tulis mereka (terjemahan).

Kesimpulannya, menurut tim itu, manajemen waktu layar layak menjadi prioritas promosi kesehatan anak usia dini. Gelombang ACODA berikutnya akan berupaya menambah peserta dengan sampel yang lebih mewakili.

Bagikan

Baca Juga

Lansia Tiongkok yang Menopang Anak Jarang Terjepit Biaya Berobat
CEO Baru Apple John Ternus: Kami Tak Mau Rilis AI demi AI
Kasus Kanker Ovarium di Asia Bisa Tembus 265 Ribu pada 2050
Sam Altman: RAM Lebih Baik di Pusat Data daripada di PC Anda
Kematian akibat Cedera di Desa Tiongkok Tetap Melebihi Kota
Warga Desa Nepal Kaitkan Diare dengan Panas, Jarang dengan Hujan