Mengungkap Misteri 6 Pamali Suku Bugis-Makassar

A A

Ilustrasi. [Canva]

Cekricek.id - Pamali atau Pemmali bagi masyarakat Bugis Makassar bukan sekedar mitos atau kepercayaan yang basi. Ini adalah konsep budaya yang mengacu pada pantangan atau larangan tertentu dan diyakini dapat membawa kesialan atau nasib buruk jika dilanggar.

Berasal dari asal-usul kepercayaan animisme masyarakat Bugis Makassar, pamali telah menjadi integral dari budaya dan adat istiadat mereka. Di masa lalu, keyakinan bahwa setiap objek di alam memiliki roh atau jiwa, dan perilaku manusia bisa menyinggung roh tersebut, telah menumbuhkan serangkaian pamali yang masih berlaku hingga saat ini.

1. Dilarang Menyebut "Balawo" (Tikus)

Dalam kehidupan petani Bugis Makassar, Balawo atau tikus adalah simbol kesialan di musim panen. Oleh karena itu, mereka menggunakan istilah halus seperti "Punnah Tanah" atau penguasa tanah untuk merujuknya.

2. Pantangan Menyisakan Makanan

Orang Bugis sangat menganjurkan untuk tidak menyisakan makanan. Aturan ini diterapkan ketat di keluarga sebagai simbol antisipasi terhadap mubazir dan kepercayaan bahwa hal tersebut bisa mengundang bencana.

3. Larangan Menopang Dagu (Mattula Bangi)

Gestur ini dianggap menunjukkan sifat malas dan diyakini akan membawa kesialan. Orang tua Bugis berusaha mengajarkan anak untuk bekerja keras agar mandiri dalam hidup.

4. Tidak Boleh Duduk di Bantal

Larangan ini mengajarkan anak untuk menghargai barang dan menghindari kerusakan, serta melindungi kesehatan dengan menghindari penyakit bisul.

5. Perempuan Dilarang Menyanyi di Dapur

Menyanyi saat memasak di dapur dianggap akan menyulitkan perempuan dalam menemukan jodoh. Hal ini juga berhubungan dengan kebersihan dan higiene makanan.

6. Perempuan Dilarang Tidur Hingga Siang

Masyarakat Bugis-Makassar memegang teguh pamali ini, dengan kepercayaan bahwa rezeki akan berkurang. Larangan ini menekankan pentingnya disiplin dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Pamali dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar bukan sekedar cerita lama, melainkan refleksi nilai-nilai budaya yang mendalam. Sebagai warisan budaya, pamali mengajarkan etika, disiplin, dan penghargaan terhadap alam dan sesama.

Tag:
Bagikan

Baca Juga

Nama Orang Bugis Diambil dari Padi, Hujan, dan Tanda Lahir
Sulapa Eppa, Empat Nilai Bugis yang Pindah ke Arena Baru
Pengendara Wanita Lawan Arah di Puncak Bogor Viral Setelah Acungkan Jari Tengah
Peramal India Kushal Kumar Prediksi Kiamat 29 Juni 2024, Ini Profilnya
Pria dengan Kuku Sepanjang 1 Meter, Bergantung pada Istri untuk Aktivitas Sehari-hari
Adegan Tak Senonoh di Siaran Langsung Pertandingan Bola Voli Taiwan Picu Kemarahan Netizen