Perserikatan Goeroe Hindia Belanda (PGHB)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Perserikatan Goeroe Hindia Belanda (PGHB)?

Perserikatan Goeroe Hindia Belanda (PGHB) adalah organisasi pertama untuk guru bumiputera yang bekerja di seluruh sekolah pemerintah dan menjadi cikal bakal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Pendiriannya berawal dari organisasi untuk guru-guru lokal di Magelang, Bondowoso, dan Yogyakarta pada 1910.

Pendirinya empat orang guru bumiputera, yaitu Dwidjosewojo, Karto Hadi Soebroto, Kartosoebroto, dan N. Boediardjo. Setahun kemudian, mereka berupaya memperluas keanggotaan organisasi tersebut.

Pada 1 Januari 1912, para anggota organisasi tersebut sepakat membentuk PGHB untuk memperluas keanggotaan organisasi.

Pendirian PGHB bertujuan untuk memperjuangkan nasib guru-guru Bumiputera. Upaya perbaikan nasib itu berupa usulan kepada Pemerintah Kolonial agar menaikkan gaji guru-guru Bumiputera yang mengajar di sekolah pemerintah.

Mereka mengambil sikap kooperatif dengan Pemerintah Kolonial mengingat kedudukan para anggota sebagai pegawai pemerintah.

PGHB berubah nama menjadi Persatoean Goeroe Indonesia (PGI) pada 1932 ketika telah banyak anggotanya yang memisahkan diri dan membentuk organisasi guru lain. Pada 25 November 1945, PGI berubah nama menjadi PGRI.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung