Raden Goenawan

Raden Goenawan adalah salah satu tokoh pendiri Sarekat Islam (SI) di Batavia. Raden Goenawan lahir pada 12 Februari 1880 itu ialah seorang pendiri Sarekat Islam (SI) di Batavia.

Raden Goenawan. [Foto: Istimewa]

Siapa Raden Goenawan?

Raden Goenawan adalah salah satu tokoh pendiri Sarekat Islam (SI) di Batavia. Raden Goenawan lahir pada 12 Februari 1880 itu ialah seorang pendiri Sarekat Islam (SI) di Batavia.

Sebelum mendirikan Sarekat Islam di Batavia pada tahun 1913, Raden Goenawan terlebih dahulu membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang ia dapatkan di bangku sekolah dan berbagai pengalaman lain yang dapat membentuk kepribadiannya.

Nama Raden Goenawan tercatat pernah menjadi siswa di Europeesche Lagere School (ELS) dan Opleiding School Voor Indische Ambtenaren (OSVIA) Probolinggo.

Raden Goenawan dikenal sebagai sosok yang gigih sebab sejak 1889 ia telah bekerja menjadi klerk kecil di Ngawi.

Pekerjaan itu ia tekuni sampai akhirnya ia menemukan pekerjaan lain seperti kontraktor kuli dan pernah juga menjadi seorang editor di Medan Prijaji.

Ketika SI di Batavia sudah terbentuk, ia dapat mengumpulkan 60.000,-Gulden yang diperoleh dari pendaftaran keanggotaan.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan