Samin Surosentiko

Samin Surosentiko

Samin Surosentiko. [Foto: Instagram]

Siapa Samin Surosentiko?

Samin Surosentiko adalah seorang pemimpin pergerakan samin. Ia memiliki nama asli Raden Kohar, tetapi kemudian diubah menjadi Samin, agar lebih merakyat.

Ia lahir pada 1859 di Desa Ploso, Kediren, sebelah utara Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sejak kecil ia adalah sosok yang peduli dengan lingkungan sekitar dan juga mencintai keadilan.

Perjuangan Samin Surosentiko dimulai pada 1890, ketika ia menyebarkan ajarannya di daerah Klopoduwur, Blora, dan diketahui oleh pihak Belanda, tetapi Belanda tidak tertarik dan menganggap ajaran Samin hanya ajaran kebatinan atau agama dan tidak membahayakan.

Anggapan itu kemudian berubah, setelah semakin bertambahnya para pengikut Samin, yang kemudian membuat Belanda melakukan penangkapan terhadap Samin dan beberapa pengikutnya dan kemudian membuang mereka ke luar Jawa sampai meninggal.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung