Trump Disebut Siap Klaim Kemenangan Tanpa Kesepakatan Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara sambil duduk di sebuah meja bundar pertemuan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam pertemuan meja bundar industri pertambangan di Kementerian Luar Negeri AS, Washington, 7 Agustus 2026. [Foto: Julia Demaree Nikhinson/AP]

Cekricek.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memusatkan perhatian pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan tengah menyiapkan dasar untuk mengumumkan kemenangan atas Iran — kemungkinan bahkan tanpa kesepakatan nuklir.

Mengutip The Times of Israel, Minggu (9/8/2026), keterangan itu berasal dari laporan The Wall Street Journal pada hari yang sama yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Trump sebelumnya bersikeras bahwa kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang harus memuat jaminan Iran tidak dapat menghidupkan kembali program nuklirnya. Namun ia juga menyampaikan kepada para penasihat seniornya bahwa Teheran akan kesulitan memulai ulang program itu setelah Amerika Serikat mengebom tiga fasilitas nuklir utama Iran dalam perang 12 hari Israel-Iran pada Juni 2025.

Dalam sejumlah pertemuan terakhir, Trump menegaskan Iran tidak mungkin mencoba menghidupkan kembali programnya atau membuat bom tanpa terdeteksi intelijen Amerika. Ia disebut yakin ancaman aksi militer AS sudah cukup membuat Teheran tidak berani mencoba.

Dalam percakapan tertutup dengan ajudan senior, menurut laporan itu, Trump bahkan melontarkan gagasan bahwa ia bersedia pergi tanpa kesepakatan nuklir.

Seperlima Minyak Dunia Tertahan

Seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan Washington telah mencapai seluruh sasaran militernya terhadap Iran, dan kini fokus membuka Selat Hormuz yang diblokade.

Sebelum perang pecah lima setengah bulan lalu, selat itu dilewati sekitar seperlima pengapalan minyak komersial dunia.

Bila program nuklir Iran tidak menunjukkan kemajuan berarti dan selat itu dibuka kembali, para pejabat AS menyebut Trump kemungkinan besar akan mempertahankan gencatan senjata yang berlaku sekarang serta mencabut blokade laut terhadap Iran.

Baca juga: IRGC: Selat Hormuz Baru Dibuka Jika AS Terima Seluruh Syarat Iran

Teheran: Kami Hanya Bertukar Pesan

Dari pihak Iran, Garda Revolusi menegaskan pada Minggu bahwa selat itu tidak akan dibuka sebelum Amerika Serikat memenuhi syarat-syarat yang diajukan sehari sebelumnya, termasuk kompensasi atas kerusakan perang.

“Strategi kami adalah mempertahankan penutupan sampai musuh menerima seluruh syarat kami,” demikian pernyataan IRGC. “Selat itu kini sebenarnya adalah medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur air.”

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Oman soal transit dan pengelolaan selat sudah mendekati tahap akhir. Ia menambahkan pembukaan Hormuz tetap bergantung pada syarat-syarat lain serta kompensasi atas pelanggaran kesepakatan Juni.

Araghchi juga membantah Iran sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kedua pihak sekadar bertukar pesan melalui perantara.

Daftar tuntutan itu dibacakan kepala keamanan Iran Mohammad Bagher Zolghadr pada Sabtu, mencakup penghentian perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak. Ia juga menuntut pencabutan blokade balasan AS atas pelabuhan Iran, penghapusan sanksi, pelepasan aset yang dibekukan, dan ganti rugi kerusakan perang, menurut Kantor Berita Tasnim.

Sehari setelah membacakan tuntutan itu, Zolghadr mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca juga: Mantan Panglima Garda Revolusi Pimpin Dewan Keamanan Iran

Lalu Lintas Kapal Anjlok

Iran memberlakukan blokade efektif atas selat itu sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang pada akhir Februari, dan ingin menarik biaya bagi kapal yang melintas. Sebelum perang, pelintasan Hormuz tidak dipungut biaya.

Serangan yang terus berlanjut di jalur air tersebut meruntuhkan gencatan senjata April. Para mediator mendesak kedua pihak kembali kepada ketentuan nota kesepahaman Juni yang menggariskan jalan menuju perundingan damai.

Lalu lintas kapal lewat Hormuz kini turun tajam. Iran menyasar kapal-kapal yang dituduhnya menghindari rute yang dikehendaki Teheran melalui perairan Iran.

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab pada Sabtu mengecam apa yang disebutnya serangan Iran terhadap kapal tanker milik ADNOC dengan rudal saat melintasi Selat Hormuz. Serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga

Sejumlah orang mengamati peluncur rudal darat ke udara Patriot yang dipajang di sebuah lapangan udara militer
Stok Patriot AS Menipis, Pertahanan Asia Timur Cemas
Sejumlah burung kuntul bertengger di atas balok beton penghalang tank berbentuk gigi naga di kawasan perbatasan
Korea Utara Ubah Perbatasan Jadi Garis Bersenjata Nuklir
Peta lintasan perkiraan topan yang bergerak dari laut menuju daratan China timur dengan kerucut ketidakpastian berwarna hijau
Topan Dolphin Mendarat di Zhejiang, 388 Penerbangan Batal
Dua petugas gendarmerie berompi antipeluru berjaga di persimpangan jalan dengan mobil van polisi di kejauhan
Empat Warga Spanyol Ditangkap atas Pencurian Jam Mewah
Bangunan bertingkat dengan dinding dan jendela rusak setelah serangan pesawat nirawak
Rusia Klaim Cegat 285 Drone Ukraina dalam 12 Jam
Potret anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ed Case
Ed Case Menangi Pemilihan Pendahuluan Demokrat di Hawaii