Cekricek.id — Mantan Panglima Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaee, ditunjuk memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, lembaga keamanan tertinggi di negara itu. Pengumuman disampaikan kantor kepresidenan Iran pada Minggu (9/8/2026).
Mengutip Arab News, Minggu (9/8/2026), penunjukan itu disampaikan juru bicara kepresidenan Mehdi Tabatabaei melalui platform X.
“Sehubungan dengan pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari jabatannya sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan penugasannya pada fungsi yang baru, Presiden Masoud Pezeshkian menunjuk Mohsen Rezaee sebagai kepala lembaga ini,” kata Tabatabaei.
Enam Belas Tahun Memimpin Garda Revolusi
Rezaee yang kini berusia 71 tahun memimpin Garda Revolusi pada 1981 sampai 1997. Rentang itu mencakup hampir seluruh masa Perang Iran-Irak.
Setelah melepas jabatan militernya, ia menempati sejumlah posisi politik penting, lalu menjadi penasihat militer Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pada Juli lalu, Rezaee menyatakan bahwa kendali atas Selat Hormuz — yang kini berada di pusat konflik antara Iran dan Amerika Serikat — lebih penting daripada puluhan bom atom.
Baca juga: IRGC: Selat Hormuz Baru Dibuka Jika AS Terima Seluruh Syarat Iran
Pergantian Kurang dari Setengah Tahun
Pendahulunya, Zolghadr, juga mantan komandan Garda Revolusi. Ia baru memegang pimpinan dewan tersebut sejak Maret, sehingga masa jabatannya berlangsung kurang dari setengah tahun.
Zolghadr selanjutnya menjadi penasihat politik Khamenei, menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor pemimpin tertinggi pada Minggu.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi adalah lembaga yang memutuskan garis besar kebijakan pertahanan dan keamanan Iran. Pergantian pucuk pimpinannya berlangsung ketika Teheran masih berhadapan dengan Washington soal keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Khamenei Diminta Balas Serangan AS dan Blokade Selat Hormuz





















