Cekricek.id — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat 70 dari 77 jembatan yang ditangani Satuan Tugas Jembatan TNI Angkatan Darat di Sumatera Barat telah rampung. Tujuh unit sisanya masih dalam proses pemasangan. Rasio itu yang tertinggi di antara tiga provinsi yang ditangani satgas tersebut.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, kemendagri.go.id, Senin (10/8/2026), Satgas Jembatan TNI AD menangani total 597 jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 415 unit sudah selesai, sementara 182 unit lainnya masih dikerjakan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas pekerjaan itu. Menurutnya, jembatan berpengaruh langsung terhadap kecepatan pemulihan konektivitas warga.
“Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera,” kata Tito dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Jembatan yang kembali berdiri tidak hanya menyambungkan wilayah yang sempat terputus. Menurut catatan satgas, infrastruktur itu juga membuka kembali akses warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat ekonomi, lahan pertanian, dan layanan publik lain.
Sumatera Barat Paling Tuntas, Aceh Paling Berat
Penanganan di Sumatera Barat mencakup 16 Jembatan Bailey, 30 Jembatan Armco, dan 31 Jembatan Perintis. Dari 77 unit itu, 70 sudah terpasang — sekitar 91 persen.
Beban terberat ada di Aceh. Satgas menangani 301 jembatan di provinsi tersebut, terdiri atas 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, dan 105 Jembatan Perintis. Sebanyak 192 unit selesai dan 109 unit masih dalam pemasangan, atau sekitar 64 persen rampung.
Di Sumatera Utara, dari 219 jembatan yang ditangani, 153 unit rampung dan 66 unit belum. Rinciannya 31 Jembatan Bailey, 77 Jembatan Armco, serta 111 Jembatan Perintis atau jembatan gantung. Capaiannya sekitar 70 persen.
Armco Tercepat, Jembatan Gantung Tertinggal
Dilihat dari jenisnya, Satgas Jembatan TNI AD menangani 107 Jembatan Bailey dengan 75 unit selesai, 243 Jembatan Armco dengan 219 unit rampung, serta 247 Jembatan Perintis atau gantung dengan 121 unit selesai. Jembatan Armco menjadi yang paling progresif dengan sekitar 90 persen pekerjaan tuntas, sedangkan jembatan perintis baru mencapai sekitar separuh.
Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja pracetak rancangan insinyur Inggris Donald Bailey pada 1940–1941. Komponennya cukup ringan untuk diangkut dan dirakit tanpa alat berat, sehingga jenis ini lazim dipakai untuk menyambung kembali wilayah terputus setelah bencana.
Jalan Nasional Pulih, Jembatan Daerah Belum
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak di tiga provinsi telah kembali berfungsi.
Kondisi jaringan daerah belum sebaik itu. Dari 2.421 ruas jalan daerah yang terdampak, 2.291 sudah berfungsi. Untuk jembatan daerah, baru 821 dari 1.184 unit yang kembali dipakai — sekitar 69 persen, dan menjadi pekerjaan yang paling tertinggal dari seluruh pemulihan jaringan transportasi.
Baca juga: Bencana Alam Merusak Infrastruktur Pesisir Selatan: Diperlukan Rehabilitasi Infrastruktur
Pemasangan jembatan berjalan beriringan dengan penyaluran tambahan Transfer ke Daerah untuk pemulihan pascabencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima tambahan TKD sebesar Rp534,98 miliar tahun ini, dengan Rp258,45 miliar mengalir ke Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang. Per 31 Juli 2026, realisasi keuangan dinas itu baru 8,06 persen sementara realisasi fisiknya sudah 20,53 persen.
Baca juga: BMCKTR Sumbar Terima Rp258 Miliar, Porsi Terbesar Tambahan Dana TKD




















