Cekricek.id — Rusia menyatakan siap mendengarkan gagasan baru untuk mengakhiri perang di Ukraina, dengan syarat usulan itu sejalan dengan tujuan yang sudah ditetapkan Presiden Vladimir Putin. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dalam wawancara yang dipublikasikan Jumat (21/08/2026), seperti dilaporkan Al Jazeera.
“Federasi Rusia siap mendengarkan setiap usulan dan gagasan yang masuk akal, yang sejalan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan Presiden Rusia dan sesuai dengan realitas di lapangan,” kata Ryabkov.
Diplomat senior itu juga menyoroti peran Washington dalam menentukan arah perundingan. “Pada tahap ini, yang lebih penting adalah sejauh mana Washington mampu memengaruhi keputusan rezim Kiev dan para penyokongnya di Eropa, yang masih memimpikan kekalahan strategis Rusia,” ujarnya.
Pernyataan Ryabkov mengisyaratkan Moskwa berupaya menghidupkan kembali dukungan pemerintahan Trump terhadap agendanya. Sebelumnya Moskwa menyambut baik sikap Amerika Serikat yang dinilai menunjukkan pemahaman terhadap posisi Rusia, namun Washington belakangan teralihkan perhatiannya dari upaya mediasi karena perangnya melawan Iran. Ryabkov juga menilai dialog dengan Washington selama ini berlangsung konstruktif.
Syarat Putin Belum Bergeser
Sebelum menyetujui gencatan senjata, Putin menuntut Ukraina menyerahkan seluruh kawasan Donbas di timur, melakukan demiliterisasi, serta berjanji tidak akan berupaya bergabung dengan NATO. Tuntutan itu belum berubah sejak perang dimulai pada Februari 2022.
Baca juga Serangan Drone Ganda Rusia Tewaskan 14 di Ukraina
Sejumlah putaran perundingan yang ditengahi Amerika Serikat pada awal tahun ini gagal menghasilkan kesepakatan. Pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Maret dibatalkan ketika Amerika Serikat melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel. Perundingan tersebut menyusul beredarnya rencana damai 28 poin susunan Washington pada November tahun lalu, dokumen yang menuai kekhawatiran karena dinilai terlalu mengakomodasi tuntutan Rusia.
Utusan khusus Amerika Serikat, Jared Kushner dan Steve Witkoff, memimpin negosiasi antara Moskwa dan Kiev pada awal tahun ini. Namun Kremlin menyatakan pada Kamis bahwa pihaknya belum memperoleh informasi baru mengenai kemungkinan kunjungan kedua utusan tersebut. Setelah hampir empat setengah tahun perang, Rusia menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina yang diakui secara internasional.
Zelensky Menanti Pendekatan Baru
Dari pihak Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan sedang menyiapkan langkah diplomatik lanjutan. Ia mengaku tengah “menyiapkan keputusan di dalam tim diplomatik” pada Kamis malam.
Baca juga Rusia Tembakkan 376 Rudal, Ukraina Kehabisan Pencegat
“Pendekatan baru dibutuhkan di sejumlah bidang, terutama di Amerika Serikat,” kata Zelensky. “Ukraina membutuhkan hasil.”
Zelensky bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih bulan lalu. Dalam pertemuan itu keduanya membahas upaya menghidupkan kembali perundingan sekaligus rencana agar Ukraina memproduksi rudal Patriot di dalam negeri.
Serangan Terus Berlanjut di Lapangan
Sinyal diplomatik itu muncul saat kedua pihak justru meningkatkan intensitas serangan. Di wilayah Kharkiv, Ukraina timur, serangan Rusia menewaskan dua perempuan dan memicu kebakaran di lima bangunan permukiman serta sejumlah kendaraan, menurut keterangan dinas darurat negara Ukraina melalui Telegram.
Baca juga Rusia Protes Keras Jepang Usai Putin Kunjungi Kuril
Serangan lain terhadap sebuah rumah menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya di wilayah Zaporizhia, kata Gubernur Ivan Federov. Di sisi Rusia, serangan drone Ukraina merusak fasilitas industri di wilayah Perm, kawasan Pegunungan Ural, menurut Gubernur Dmitry Makhonin.
Infrastruktur energi menjadi sasaran utama kedua belah pihak. Zelensky membenarkan bahwa sebuah kilang minyak besar di wilayah Perm dihantam serangan drone, begitu pula pangkalan udara militer di wilayah Volgograd. Menteri Energi Ukraina Denys Shmyhal menyebut serangan Rusia telah merusak atau menghancurkan lebih dari 300 stasiun pengisian bahan bakar dalam enam bulan terakhir dan menimbulkan kerugian besar bagi perekonomian negaranya.
Rembetan konflik ke negara tetangga juga terus terjadi. Drone Rusia merusak pos lintas batas dengan Moldova di wilayah Odesa, Ukraina selatan, menurut otoritas Ukraina. Penjaga perbatasan Finlandia menyatakan sebuah pesawat yang diduga melakukan pengintaian untuk Rusia melanggar wilayah udara Finlandia di kawasan teluk sebelah barat pada Kamis. Kekosongan kerangka pengendalian senjata turut menambah ketegangan, setelah perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Rusia berakhir pada Februari 2026 tanpa pengganti yang mengikat.
















