Waspada! 6 Makanan yang Dapat Memicu Kanker

Info kesehatan: Deretan makanan ini sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena dapat memicu kanker.

Ilustrasi. [Canva]

Info kesehatan: Deretan makanan ini sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi dalam jangka panjang karena dapat memicu kanker.

Cekricek.id, Jakarta - Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang cukup banyak dialami orang di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Lantaran hal itu sangat penting menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit tersebut.

Ternyata terdapat beberapa makanan yang dapat memicu berkembangnya kanker. Makanan tersebut bahkan sangat sering dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Mickey Mehta, Global Leading Holistic Health Guru & Corporate Life Coach menjelaskan bahwa semua bahan olahan makanan yang diawetkan dapat memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

6 Makanan Memicu Kanker

Info kesehatan: 6 Makanan Memicu Kanker

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari seseorang agar dapat mencegah berkembangnya kanker, seperti dilansir dari Pinkvilla.

Keripik Kentang

Ini kaya akan garam dan lemak tidak sehat yang kurang baik untuk tubuh. Selain itu, keripik kentang juga mengandung bahan kimia akrilamida.

Bahan ini biasanya dihasilkan dari memasak dengan suhu ekstrem. Akrilamida sendiri sangat berbahaya untuk tubuh karena dapat meningkatkan sel kanker.

Makanan Kalengan

Biasanya makanan kaleng memiliki lapisan dari bahan kimia berbahaya, seperti BPA.

Bahan kimia ini dapat mengganggu hormon dan membuat sel kanker berkembang jika terus dikonsumsi dalam jangka panjang

Minuman Bersoda

Minuman bersoda banyak digemari, namun cukup berbahaya bagi tubuh. Sebab, minuman ini mengandung banyak gula yang memicu sel kanker.

Selain itu minuman bersoda juga mengandung bahan kimia dan pewarna buatan yang tidak baik untuk tubuh.

Tepung Putih

Tepung putih dapat mengandung gas klorin ketika diproses pemutihan. Kandungan ini ternyata berbahaya pada tubuh karena dapat memicu sel kanker.

Tepung putih juga memiliki indeks glikemik tinggi. Hal ini dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah dan insulin.

Daging Merah dan Olahan

Daging merah

Kebanyakan daging merah yang dijual dipasaran telah diasinkan, diawetkan, difermentasi, dan diasap. Proses ini dilakukan untuk meningkatkan rasa dan daging tetap tahan lama.

Daging merah biasanya digunakan pada makanan seperti hot dog, burger, ham dan bacon. Namun makanan ini tinggi risiko kanker, terutama kanker kolorektal.

Seseorang yang mengonsumsi daging merah dalam jangka panjang memiliki kemungkinan tinggi mengalami kanker.

Makanan Kaya Gula

Makanan yang kaya gula dan roti memiliki indeks glikemik tinggi. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Lantaran hal itu, sebaiknya makanan tersebut hanya dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Baca juga: 6 Makanan Ini Pemicu Kanker, Salah Satunya Makanan yang Terlalu Matang

Makanan seperti soda, minuman ringan, produk roti, jus buah, roti putih dan permen sebaiknya dihindari karena miliki indeks glikemik tinggi. Sebab, gua merupakan bahan bakar utama bagi kanker untuk berkembang.

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen