Cekricek.id — Sky Sports, dalam fitur serial profil talenta muda mereka, melaporkan Arsenal dan Tottenham tengah memantau Jean-Matteo Bahoya, penyerang sayap Eintracht Frankfurt yang menyandang status pemain tercepat Bundesliga. Pemain asal Prancis berusia 21 tahun itu menjadi satu-satunya pemain yang tercatat menembus kecepatan 37 kilometer per jam sejak pendataan resmi kecepatan di liga Jerman dimulai.
Bahoya tiba di Frankfurt dari Angers, klub Prancis yang membinanya sejak kelompok umur, dan berkembang pesat sebagai penyerang sisi kiri. Statusnya sebagai pemegang catatan lari tercepat membuat namanya mudah dikenali publik Bundesliga. Musim lalu ia membukukan empat gol dan empat assist — angka yang belum mencolok untuk ukuran penyerang sayap elite Eropa, tetapi laporan yang sama menyoroti data di baliknya: 2,78 aksi melewati lawan per 90 menit, lebih baik daripada 94 persen penyerang sayap di lima liga top Eropa.
Baca juga: Pluit Musim Baru Bundesliga Sudah Ditiup, Siapa Calon Bintang?
Yang membuat profilnya kian menarik di mata pemandu bakat, ketajaman itu dibarengi kemauan bekerja tanpa bola. Masih menurut data yang dihimpun Sky Sports, Bahoya masuk 11 persen teratas untuk duel yang dimenangi dengan rata-rata 8,9 duel per 90 menit, serta 10 persen teratas untuk intersep dengan 0,88 intersep per 90 menit di antara para pemain seposisinya.
Baca juga: Crystal Palace Vs Arsenal: The Gunners Menang Meski Tomiyasu Dapat Kartu Merah Kontroversial
“Pada Langkah Pertama, Dia Menghabisi Anda”
Rekan setimnya di Frankfurt, gelandang Prancis Junior Dina Ebimbe, menggambarkan betapa sulitnya meladeni Bahoya bahkan dalam sesi latihan sehari-hari, saat keduanya berhadapan langsung. “Pada langkah pertamanya, dia menghabisi Anda,” kata Dina Ebimbe. “Itu terlalu cepat. Mungkin Anda bisa mengejarnya setelah beberapa saat, tetapi pada awalnya, Anda jelas tidak akan melihatnya lagi.”
Dina Ebimbe bahkan tidak ragu memasang standar tinggi untuk masa depan koleganya itu. “Jean-Matteo bisa bermain untuk klub enam besar Premier League. Potensinya gila,” ujarnya.
Pujian serupa datang dari orang yang mengenalnya jauh sebelum panggung Bundesliga. Untuk fitur yang sama, Sky Sports menelusuri jejak Bahoya sampai ke Prancis dan mewawancarai Manu Guidicelli, pelatih yang menanganinya di tim U-17 Angers. Guidicelli menyebut mantan anak asuhnya itu punya kelengkapan yang jarang dimiliki pemain sayap murni. “Dia bisa berlari dari kedalaman, bermain di antara garis, dan melebar di tepi lapangan,” tutur Guidicelli.
Baca juga: Tottenham vs Manchester United: Hari Gemilang Pape Matar Sarr
Sky Sports menempatkan minat Arsenal dan Tottenham sejauh ini sebatas pemantauan — tidak ada angka banderol maupun tawaran resmi yang disebut dalam laporan itu. Namun dengan jendela transfer musim panas memasuki pekan-pekan pamungkas, nama Bahoya kini resmi masuk radar dua klub London yang sama-sama masih berbelanja pemain. Bagi Frankfurt, statistik lari tercepat liga itu kini bukan sekadar catatan menarik, melainkan juga aset yang nilainya terus dipantau dari Inggris.



















