Johannes Chrisos Tomus Simorangkir

Johannes Chrisos Tomus Simorangkir adalah salah seorang tokoh Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang sangat menonjol peranannya pada masa rezim Sukarno.

Johannes Chrisos Tomus Simorangkir. [Foto: Istimewa]

Siapa Johannes Chrisos Tomus Simorangkir?

Johannes Chrisos Tomus Simorangkir adalah salah seorang tokoh Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang sangat menonjol peranannya pada masa rezim Sukarno.

Ia merupakan wakil dari fraksi Perkindo pada saat pertemuan kelompok Parkindo dan Katolik pada 20 November 1957 dalam rangka mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Simorangkir juga merupakan ketua dewan redaksi di surat kabar Sinar Harapan.

Pada 19 Desember 1963 Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) pertama kali dibentuk di Sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jl. Diponegoro, Jakarta dan salah satu pendirinya adalah Simorangkir sekaligus menjadi Pembantu umum dalam jajaran pimpinan sementara PIKI.

Setelah diselenggarakannya Musyawarah Kerja Pertama PIKI, merumuskan dan menetapkan Dewan Pimpinan Pusat yang salah satu bagiannya adalah J. C. T. Simorangkir.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Dapatkan update terkini dari Cekricek.id melalui Google News.

Baca Juga

Martinus Putuhena adalah salah satu mantan Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada kabinet yang diperintah oleh Presiden Sukarno.
Martinus Putuhena
Marsinah adalah seorang karyawati PT Catur Putera Perkasa yang ikut aksi unjuk rasa pada 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan gaji sebesar 20% dari perusahaan tempat ia bekerja.
Marsinah
Manai Sophiaan adalah seorang politikus. Karier politiknya berawal dari seorang Jurnalis dalam harian pewarta di Sulawesi dan menjadi Pemimpin Redaksi Suluh Indonesia dan Suluh Marhaen. Setelah itu, menjadi Dewan Gementee periode 1933-1945 dan menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) pada 1946-1950.
Manai Sophiaan
Maludin Simbolon adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang lahir pada 13 September 1916.
Maludin Simbolon
M.M. Rachmat Kartakusuma adalah Kepala Staf Hankam pada masa pemerintahan Orde baru yang diberi tugas untuk membenahi ABRI. Untuk memulai tugasnya, Kartakusuma memilih pendekatan doktrin sebagai penjabaran TAP MPRS No. XXIV/MPR/1966.
M.M. Rachmat Kartakusuma
Lukman Njoto atau Nyoto adalah seorang Marxis yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara pada masa pemerintahan Sukarno. Nyoto adalah Wakil Ketua CC PKI dan dekat dengan D.N. Aidit dan Sukarno.
Lukman Njoto